Jumat, 24 April 2026

Internasional

PBB Peringatkan Pemerkosaan di Tigray, Perempuan Dewasa dan Anak Perempuan Jadi Korban Tentara

Perwakilan khusus PBB untuk kekerasan seksual menyatakan telah terjadi pemerkosaan serius di daerah konflik Tigray Ethiopia.

Editor: M Nur Pakar
AFP/ASHRAF SHAZLY
Seorang pengungsi Ethiopia menggendong anaknya di punggungnya saat berjalan di kamp Um Raquba, Provinsi Gedaref, timur Sudan, Sabtu (28/11/2020). 

SERAMBINEWS.COM, NAIROBI - Perwakilan khusus PBB untuk kekerasan seksual menyatakan telah terjadi pemerkosaan serius di daerah konflik Tigray Ethiopia.

"Tuduhan serius kekerasan seksual telah muncul di wilayah Tigray yang diperangi pasukan pemerintah Ethiopia," kata Pramila Patten pada Kamis (21/1/2021) malam

Dia mengatakan perempuan dewasa dan anak perempuan menjadi korban pemerkosaan.

Tetapi, obat-obatan HIV sangat terbatas, karena ada pembatasan bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut.

"Ada juga laporan dari individu yang diduga dipaksa untuk memperkosa anggota keluarga mereka sendiri," ungkapnya.

"Bahkan, di bawah ancaman kekerasan ," kata Pramila Patten.

Baca juga: Konflik Ethiopia di Tigray Ancam Ratusan Ribu Orang, Warga Terancam Mati Kelaparan

"Beberapa wanita juga dilaporkan telah dipaksa oleh elemen militer untuk berhubungan seks dengan imbalan bahan pokok," ujarnya.

Dikatakan, pusat kesehatan telah mengindikasikan peningkatan permintaan kontrasepsi darurat dan alat pengujian infeksi menular seksual

Patten bergabung dengan seruan yang berkembang untuk akses langsung dan tanpa syarat ke wilayah Tigray.

Tempat pertempuran pecah pada awal November 2020 antara pasukan Ethiopia dan pemberontak Tigray.

Bahkan, para pemimpin Tigray menjadi buronan yang pernah mendominasi pemerintah negara itu.

Baca juga: Pemerintah Ethiopia Berjanji Perbaiki Masjid Bersejarah, Rusak Saat Konflik di Tigray

Seorang juru bicara kantor Patten tidak akan mengatakan elemen militer mana yang terlibat.

Para pemberontak di Tigray termasuk dari wilayah tetangga Amhara dan bagian lain dari Ethiopia serta tentara dari negara tetangga Eritrea.

Pendatang baru di kamp pengungsi dan pengungsi internal melaporkan kekerasan seksual.

Bahkan, peningkatan laporan kekerasan seksual terhadap perempuan dan gadis di dalam kamp, ​​kata Patten.

Baca juga: Polisi Ethiopia Tangkap Juru Kamera Reuters, Tanpa Tuduhan yang Jelas

Pemerintah Ethiopia mengatakan bantuan mulai mengalir ke wilayah Tigray.

Tetapi pekerja kemanusiaan kepada The Associated Press (AP), Jumat (22/1/2021) mengatakan akses tetap terbatas.

Selain itu, bantuan terkadang harus didukung pasukan Ethiopia saat dibawa ke wilayah konflik Tigray.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved