Kesehatan
Waspada! Komplikasi Asam Lambung, Bisa Pneumonia hingga Kanker Mematikan
Meskipun dapat menyebabkan ketidaknyamanan sementara, hal itu tidak menimbulkan risiko kesehatan yang besar.
GERD yang tidak diobati dapat memicu peradangan, jaringan parut, atau pertumbuhan jaringan abnormal (neoplasia) di kerongkongan.
Akibatnya, kerongkongan bisa menjadi lebih sempit dan kencang.
Kondisi ini, yang dikenal sebagai striktur esofagus, sering kali membuat menelan sulit atau menyakitkan.
Kondisi ini juga dapat mempersulit makanan dan cairan untuk mengalir dari kerongkongan ke perut, dan pernapasan bisa terasa sesak.
Dalam beberapa kasus, makanan padat atau padat bisa tersangkut di kerongkongan.
Hal ini dapat meningkatkan risiko Anda tersedak.
Selain itu, jika Anda tidak dapat dengan mudah menelan makanan dan cairan, ini dapat menyebabkan malnutrisi dan dehidrasi.
4. Pneumonia aspirasi
Asam lambung yang naik ke tenggorokan atau mulut bisa terhirup ke paru-paru.
Hal ini dapat menyebabkan pneumonia aspirasi, infeksi paru-paru yang menyebabkan gejala seperti:
Demam
Batuk dalam
Nyeri dada
Sesak napas
Mengi
Kelelahan
Perubahan warna biru pada kulit
Kematian
Pneumonia aspirasi dapat menjadi serius dan bahkan fatal jika tidak ditangani.
Perawatan biasanya melibatkan antibiotik dan, dalam kasus yang lebih parah, rawat inap dan perawatan suportif untuk pernapasan.
5. Barrett’s esophagus
Kerusakan yang berkelanjutan pada esofagus yang disebabkan oleh asam lambung dapat memicu perubahan sel pada lapisan esofagus.
Dengan Barrett’s esophagus, sel skuamosa yang melapisi esofagus bagian bawah digantikan oleh sel kelenjar.
Sel-sel ini mirip dengan sel yang melapisi usus.
Barrett’s esophagus berkembang pada sekitar 10 hingga 15 persen orang yang menderita GERD.
Kondisi ini cenderung memengaruhi pria hampir dua kali lebih sering daripada wanita.
Ada sedikit risiko bahwa sel kelenjar ini bisa menjadi kanker dan menyebabkan kanker esofagus.
6. Kanker esofagus
Orang yang menderita GERD berisiko sedikit lebih tinggi terkena jenis kanker esofagus tertentu yang dikenal sebagai adenokarsinoma esofagus.
Kanker ini menyerang bagian bawah kerongkongan, menyebabkan gejala seperti:
Kesulitan menelan
Penurunan berat badan
Nyeri dada
Batuk
Gangguan pencernaan yang parah
Mulas yang parah
Kanker esofagus sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.
Orang biasanya hanya memperhatikan gejala setelah kanker telah mencapai tahap yang lebih lanjut.
Selain GERD, faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorag terkena kanker esofagus meliputi:
Menjadi laki-laki
Lebih tua dari 55
Menggunakan produk tembakau atau merokok
Minum alkohol secara teratur
Kelebihan berat badan atau obesitas
Pernah menjalani pengobatan radiasi ke dada atau perut bagian atas
Artikel ini telah tayang di Tribuncirebon.com dengan judul Hati-hati Komplikasi Asam Lambung yang Perlu Diwaspadai Pneumonia hingga Kanker Mematikan,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ilustrasi-asam-lambung_20160608_073820.jpg)