Lifestyle
10 Tips Cara Menjaga Miss V Tetap Sehat, Ingat Jangan Lakukan Douching
Penelitian telah menunjukkan bahwa douching dapat mengganggu bakteri sehat di vagina, yang mengubah tingkat pH hingga membuat vagina lebih rentan terh
Penulis: Yeni Hardika | Editor: Safriadi Syahbuddin
SERAMBINEWS.COM - Tips menjaga kesehatan Miss V, si organ intim wanita.
Organ intim wanita ini memiliki fungsi yang lebih komplek dibanding dengan organ intim pria.
Organ reproduksi wanita berperan penting dalam berhubungan seksual, sebagai tempat pembuangan urine dan darah menstruasi, serta proses melahirkan.
Melansir Boldsky, Lactobacillus acidophilus merupakan bakteri baik yang ada di dalam vagina.
Bakteri ini mengeluarkan asam laktat untuk menciptakan lingkungan asam di area intim wanita (menjaga tingkat PH yang sehat).
PH vagina normal dan bebas dari infeksi umumnya berkisar antara 3,8 sampai 4,5.
Penggunaan sabun yang keras untuk membersihkan vagina dapat mengganggu keseimbangan bakteri yang sehat dan keseimbangan pH normal vagina.
Pada dasarnya, vagina akan membersihkan dengan sendirinya dengan bantuan sekresi alami (keluarnya cairan).
Oleh sebab itu, penting bagi wanita menjaga kesehatan miss V untuk mencegah masalah yang tidak diinginkan.
Berikut ini, ada beberapa tips untuk menjaga kesehatan vagina, sebagaimana dilansir dari Boldsky.
Baca juga: Organ Intimnya Disebut Bau Ikan Asin, Vernita Syabilla Ancam Laporkan Warganet ke Polisi
Baca juga: Tips Mengontrol Bau Mulut Tak Sedap dengan Cepat
1. Jangan lakukan Douching
Douching adalah cara mencuci Miss V dengan menggunakan larutan khusus.
Larutan yang digunakan umumnya terbuat dari campuran cuka, soda kue atau larutan air yodium.
Cairan ini dimasukkan ke dalam kantong dengan selang atau semprotan, kemudian digunakan untuk membilas area kewanitaan.
Tujuan pembilasan dengan cara ini ialah untuk menghilangkan bau dan juga membersihkan area intim wanita.
Akan tetapi, cara ini justru malah mengganggu kesehatan vagina.
Penelitian telah menunjukkan bahwa douching dapat mengganggu bakteri sehat di vagina, yang mengubah tingkat pH hingga membuat vagina lebih rentan terhadap infeksi.
Penggunaan produk douche juga dapat menyebabkan iritasi dan infeksi karena mengandung wewangian dan antiseptik.
American College of Obstetricians and Gynecologists tidak merekomendasikan penggunaan douche, semprotan dan deodoran vagina.
Sebagai gantinya, gunakan sabun dan air biasa tanpa pewangi untuk mencuci area sekitar vagina.
Lakukan secara lembut setiap hari untuk menjaga kebersihan vagina.
2. Makan probiotik
Makanan fermentasi seperti yogurt, miso, kombucha, sauerkraut, tempe, kimchi, kefir dan acar kaya akan probiotik.
Probiotik dapat membantu menyeimbangkan tingkat pH vagina dan bakteri baik serta mencegah infeksi jamur.
Baca juga: Bisakah Air Panas Bunuh Bakteri Penyebab Pilek Pada Organ Intim? Begini Penjelasan Ahli
Baca juga: Begini 7 Tips Mudah Menjaga Kesehatan Organ Intim Kewanitaan, Hindari Pakai Spons Mandi
3. Konsumsi buah dan sayuran
Sertakan buah dan sayuran dalam makanan sehari-hari.
Buah dan sayuran kaya akan nutrisi penting yang akan membantu mengurangi risiko infeksi vagina, serta mencegah kekeringan pada area intim wanita.
4. Sering ganti pembalut
Selama menstruasi, wanita harus menjaga kebersihan menstruasi dasar untuk menurunkan risiko vaginosis bakterial (BV) dan infeksi saluran kemih (ISK).
Penelitian telah menunjukkan bahwa wanita yang menggunakan pembalut yang bisa digunakan kembali berisiko lebih tinggi terkena infeksi vagina.
Sering mengganti pembalut dapat mencegah miss v menjadi terlalu lembab dan juga mengurangi iritasi.
5. Kenakan pakaian yang nyaman
Penting untuk memperhatikan area organ intim wanita harus tetap dalam keadaaan bersih, kering dan tidak lembab.
Kenakan pakaian dalam berbahan katun yang tidak menghalangi sirkulasi udara, agar area miss V tidak panas dan lembap.
Kondisi area miss V yang tetap kering bisa mencegah infeksi jamur.
6. Hindari mencukur rambut kemaluan terlalu sering
Rambut kemaluan memiliki manfaat untuk mencegah masuknya debu, kotoran atau patogen lainnya yang meningkatkan risiko infeksi vagina.
Rambut kemaluan juga berguna untuk mencegah gesekan pada organ intim.
Namun kehadiran rambut miss V bagi sebagian orang terasa terganggu, sehingga tak jarang wanita memilih mencukurnya.
Akan tetapi, mencukur rambut kemaluan terlalu sering bisa membuat organ intim jadi lebih rentan terhadap infeksi seperti infeksi jamur dan ISK.
Mencukur juga dapat membuat rambut lebih rentan tumbuh di area tersebut.
Baca juga: 10 Fakta Kehidupan Napoleon Bonaparte, Dari Organ Intim Dicuri Hingga Kisah Cinta Berakhir Tragis
7. Melakukan seks yang aman
Salah satu hal terbaik yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan vagina adalah dengan melakukan seks yang lebih aman.
Menggunakan kondom atau dental dam saat berhubungan seks dapat membantu melindungi vagina dari infeksi menular seksual (IMS).
Selain itu, seks meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK) di antara wanita.
Pastikan mencuci miss V dengan lembut menggunakan air hangat sebelum berhubungan seks.
Buang air kecil setelah berhubungan seks untuk mengurangi risiko bakteri masuk ke dalam uretra.
8. Hindari memakai pelumas berlebihan
Pelumas dan pelembab miss V yang dijual bebas biasanya digunakan untuk aktivitas berhubungan seksual.
Produk ini mengandung pengawet antimikroba seperti gliserin, paraben atau klorheksidin yang dapat mempengaruhi bakteri sehat di vagina.
Pada akhirnya, produk ini dapat mempengaruhi kesehatan organ intim.
Jadi, hindari terlalu banyak menggunakan pelumas ini.
9. Lakukan pemeriksaan skrining serviks
Tes skrining serviks dapat membantu mendeteksi risiko kanker serviks di kalangan wanita.
Penelitian telah menunjukkan bahwa wanita berusia di atas 60 tahun harus menjalani tes skrining serviks untuk mencegah timbulnya dan kematian akibat kanker serviks.
Selain itu, wanita harus menjalani pemeriksaan ginekologi rutin untuk menjaga kesehatan vagina mereka.
10. Obati infeksi vagina tepat waktu
Infeksi vagina bisa terjadi kapan saja.
Penting bagi wanita untuk memeriksa kondisi organ intimnya setiap hari, untuk setiap jenis gejala yang diperhatikan.
Jika mengalami rasa terbakar, bengkak atau iritasi di dalam dan sekitar vagina, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter kandungan.
Begitu juga jika mengalami keputihan yang berubah warna dan memiliki bau yang berbeda, terasa terbakar saat buang air kecil dan tidak nyaman saat berhubungan seks.
Diagnosis sejak dini dapat membantu pengobatan infeksi yang lebih cepat. (Serambinews.com/Yeni Hardika)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ilustrasi-kewanitaan.jpg)