Breaking News:

Prakiraan Cuaca

BMKG Ingatkan Berbagai Potensi Bencana di Aceh hingga Beberapa Bulan ke Depan

"Warning ini perlu kami sampaikan untuk tujuan membangun kesiapsiagaan masyarakat," kata Kepala BMKG Blangbintang, Nasrol Adil.

FOR SERAMBINEWS.COM
Zakaria Ahmad, Kasi Data dan Informasi BMKG Sultan Iskandar Muda. 

"Warning ini perlu kami sampaikan untuk tujuan membangun kesiapsiagaan masyarakat," kata Kepala BMKG Blangbintang, Nasrol Adil.

Laporan Nasir Nurdin | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandarmuda Banda Aceh merilis informasi tentang berbagai potensi bencana yang bisa terjadi di berbagai wilayah Aceh hingga beberapa bulan ke depan sebagai dampak cuaca ekstrem.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandarmuda Banda Aceh, Nasrol Adil S.Si melalui Kasi Data dan Informasi Zakaria Ahmad kepada Serambinews.com, Rabu (27/1/2021) mengatakan, hingga beberapa bulan ke depan Aceh berpotensi terjadi beragam bencana sebagai dampak cuaca ekstrem.

"Warning ini perlu kami sampaikan untuk tujuan membangun kesiapsiagaan masyarakat," timpal Nasrol pada acara pertemuan dengan Pengurus Forum PRB Aceh, RAPI Aceh, dan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh di ruang kerja Kepala BMKG di Blangbintang, Rabu (27/1/2021).

Baca juga: Ekspor Kopi Gayo Terkendala, Keterbatasan Kapal Pengangkut

Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandarmuda Banda Aceh, Zakaria Ahmad mengingatkan, fenomena cuaca ektrem yang perlu diwaspadai masyarakat sampai akhir Januari hingga awal Februari tahun ini adalah potensi terjadi bencana banjir dan tanah longsor sebagai dampak tingginya curah hujan di seluruh Aceh.

Berikutnya, lanjut Zakaria, pada Februari hingga Maret perlu diwaspadai mulai munculnya titik panas yang berpotensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai dampak cuaca panas pada peralihan dari musim penghujan ke kemarau.

Baca juga: Hendak Melarikan Diri ke Medan, Tersangka Setubuhi Anak Tiri Ditangkap Polres Aceh Singkil

Di samping karhutla juga perlu diwaspadai petir akibat peralihan iklim dan terbentuknya awan Cumulonimbus.

Fenomena cuaca lainnya yang diprakirakan oleh BMKG  yaitu pada akhir Maret sampai Mei akan terulang musim penghujan periode kedua yang disebut dengan musim hujan equatorial (musim hujan ketika matahari berada di garis equator atau khatulistiwa).

"Bulan Mei merupakan masa peralihan angin dari angin timur ke angin barat," ujar Zakaria. 

Baca juga: Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem, BMKG Koordinasi dengan Forum PRB dan RAPI

Juni sampai awal September diperkirakan memasuki musim kemarau disertai angin kencang dan peningkatan tinggi gelombang.

"Minggu pertama atau kedua September sampai awal Oktober memasuki masa peralihan dari kemarau ke musim penghujan," demikiab Zakaria Ahmad. (*)

Penulis: Nasir Nurdin
Editor: Nasir Nurdin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved