Breaking News:

Suara Parlemen

Jaga Kualitas Konstruksi, HRD Minta Kementerian PUPR Lakukan Lelang Secara Transparan

Bagi rekanan yang melakukan penawaran di bawah 80% Ditjen Bina Konstruksi harus dapat memastikan bahwa POKJA BP2JK melakukan tahapan yang diatur dalam

For Serambinews.com
HRD, Anggota Komisi V DPR RI asal Aceh dari Fraksi PKB. 

Laporan Fikar W Eda I Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi V DPR RI H Ruslan M Daud SE (HRD) meminta Ditjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR melakukan evaluasi terhadap proses lelang yang dilakukan Balai Palaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) agar prosesnya lebih cermat, adil, transparan dan akuntabel utamanya dalam mencermati nilai penawaran di bawah 80%.

Hal ini disampaikan HRD dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V dengan Ditjen Bina Marga dan Bina Konstruksi di Ruang KK V Gedung Nusantara Komplek Parlemen Senayan Jakarta Pusat (27/01/2021).

Bagi rekanan yang melakukan penawaran di bawah 80% Ditjen Bina Konstruksi harus dapat memastikan bahwa POKJA BP2JK melakukan tahapan yang diatur dalam Peraturan Menteri PUPR Nomor 14 Tahun 2020 Tentang Standar Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi Melalui Penyedia pada Lampiran III, BAB XIII tentang petunjuk evaluasi kewajaran harga, tegas HRD.

Lebih lanjut, Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Aceh 2 ini meminta Ditjen Bina Konstruksi agar dalam melakukan tender pengadaan barang dan jasa selalu melakukan koordinasi dengan unit organisasi terkait guna dapat mencermati rekam jejak peserta lelang, pinta HRD.

Selain dari itu Politis PKB ini juga mengingatkan agar Ditjen Bina Konstruksi lebih mengutamakan penyedia jasa konstruksi lokal dalam pelaksanaan program kegiatan kementerian PUPR dengan tetap mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Baca juga: VIRAL Pasar Muamalah di Depok Transaksi Pakai Dirham dan Dinar, Ini Kata Lurah

Baca juga: Wali Kota Sabang Lantik 130 Pejabat Eselon II, III & IV di Lingkungan Pemko Sabang

Pada Kesempatan yang sama Bupati Bireuen 2012-2017 itu juga meminta kepada Ditjen Bina Marga untuk melakukan penelitian umur jalan pasca konstruksi secara cermat dan serius.

Ini penting dilakukan dalam rangka memastikan kualitas konstruksi yang dihasilkan rekanan.

HRD juga memberikan penjelasan tentang pentingnya melakukan penelitian secara serius dalam rangka memastikan dan meningkatkan faktor keamanan, keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

"Tidak ada lagi kita dengar kecelakaan lalu lintas itu karena kualitas konstruksi jalan yang rendah sehingga badan jalan berlobang, konstruksinya patah yang kemudian menjadi salah satu penyebab laka lantas," tutup HRD.(*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved