Breaking News:

Sosok Inspiratif

Kisah Trio Milenial Menghadirkan Cafe Berbasis Edukasi di Kompleks BPTP Aceh

"Di bagian dinding warung dipajang beberapa banner berisi konten seluk beluk kopi yang bisa dibaca oleh pengunjung."

Penulis: Nasir Nurdin | Editor: Nasir Nurdin
BPTP Aceh/For Serambinews.com
Ovan sedang meracik kopi arabika di "OEN Kopi" didampingi seorang peneliti BPTP Aceh. 

Dalam hal kuliner, tak terlalu berlebihan kalau dikatakan Aceh berhasil mencuri perhatian dunia. Kopi Aceh, misalnya, brandingnya semakin kuat. Tak pelak, istilah negeri seribu warung kopi kini ditabalkan untuk provinsi ujung barat Indonesia ini. Cafe tumbuh subur di mana-mana memunculkan kompetisi berbasis inovasi dan daya saing. Dari ribuan cafe yang ada di Aceh saat ini--utamanya di Banda Aceh--satu di antaranya hadir dengan konsep edukasi. Lokasinya di Taman Agroinovasi Kompleks Perkantoran Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Aceh, Jalan Teuku Panglima Nyak Makam, Banda Aceh. Penggagasnya, seorang anak muda bernama Fantashir yang akrab disapa Ovan. Sang Magister Agribisnis Universitas Syiah Kuala (USK) ini menggandeng dua sahabatnya, Erza dan Nizar untuk memperkuat fondasi bisnisnya. "Dari kerja berang trio milenial inilah--Ovan, Erza, Nizar-- akhirnya muncul nama 'OEN' Kopi," kata Abdul Azis, seorang peneliti BPTP Aceh kepada Nasir Nurdin dari Serambinews.com.

SERAMBINEWS.COM

Menurut Abdul Aziz, OEN Kopi launching Kamis, 7 Januari 2021. Cafe yang digagas Ovan bersama dua temannya itu semakin memperpanjang deretan cafe di Aceh. Lokasi OEN Kopi terbilang strategis, di Jalan Teuku Panglima Nyak Makam, terintegrasi dengan Tagrimart BPTP Aceh

Ovan, pemuda 31 tahun itu merupakan anak pertama dari empat bersaudara. Sebelumnya ia telah memiliki warung kopi di Gampong Lamgugob Banda Aceh.

Baca juga: Kiprah Anggota LHC di Aceh Utara, Salurkan Hobi Sambil Membantu Petani

Berbekal pengalaman selama tiga tahun memenej bisnis warung kopi dengan pelanggan umumnya mahasiswa atau anak muda, ia pun nekat mengembangkan usaha dengan menggagas konsep baru yang bukan hanya orientasi bisnis tetapi juga edukasi.

Cafe dengan konsep edukasi itu dibuka Ovan bersama dua teman akrabnya, Erza dan Nizar. Mereka bekerjasama dengan BPTP Aceh yang kemudian melahirkan OEN Kopi Kantin BPTP.

Baca juga: Jaksa Tangkap Buronan Korupsi, 4 Tahun Menghilang

Kalau warung kopi pertama yang dibuka Ovan hanya menyediakan kopi saring Robusta. Sedangkan di OEN Kopi, selain Robusta juga Arabika dengan aneka rasa dan sensasi.

Trio milenial Ovan, Erza, Nizar dengan label OEN Kopi akhirnya menjadi brand warung yang dikemas dengan nuansa inovasi karena tidak terlepas dengan misi visi BPTP.

Di bagian dinding warung dipajang beberapa banner yang berisi konten seluk beluk kopi yang bisa dibaca oleh pengunjung.

Dalam menjalani bisnis ini, Ovan dan rekannya  merekrut tidak kurang 20 karyawan usia milenial yang diatur dalam dua shift. 

Baca juga: TNI Galakkan Usaha Madu Kelulut di Tiro, Ini Manfaat & Pesan Dandim Letkol Arh Tengku Sony Sonatha

"Alhamdulillah, selama tiga minggu setelah launching, pengunjung tetap ramai, bahkan ada komunitas yang melaksanakan meeting atau duskusi kelompok di warung kami," papar Ovan sebagaimana dikutip Abdul Azis.

Ke depan, lanjut Abdul Azis, ketiga milenial itu berencana akan terus berusaha dan berkoordinasi dengan BPTP Aceh guna menata lingkungan warung menjadi hijau dan asri dengan tanaman semusim dan sayuran organik yang bisa dijual dalam keadaan segar kepada pelanggan. Begitulah. (Serambinews.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved