Breaking News:

Berita Nagan Raya

DPRK Panggil DLH, Pertanyakan Reklamasi Bekas Tambang Batu Bara di Nagan Raya

DPRK Nagan Raya memanggil Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait reklamasi tambang batu bara PT Bara Energi Lestari (BEL) yang beroperasi di wilayah itu

Penulis: Rizwan | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
Pertemuan DPRK, Pemkab, dan PT BEL, terkait reklamasi bekas tambang batu bara di Gedung DPRKNagan Raya, Februari 2020 silam. 

Laporan Rizwan | Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - DPRK Nagan Raya memanggil Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait reklamasi tambang batu bara PT Bara Energi Lestari (BEL) yang beroperasi di wilayah itu.

Pertemuan antara DPRK dan DLH Nagan Raya berlangsung di ruang Komisi III dewan setempat, Rabu (3/1/2021).

Rapat dengar pendapat (RPD) terkait lingkungan tersebut dipimpin Ketua Komisi III DPRK Nagan Raya, Zulkarnain, dan dihadiri anggota Said Alwi, Sarimin, Sulaiman, serta Saiful Bahri.

Sementara dari DLH dihadiri Kadis T Hidayat, Kabid Pengawasan Samsul Kamal, Kabid Amdal Jufrizal, dan sejumlah staf dari DLH setempat.

Ketua Komisi III DPRK, Zulkarnain mengatakan, pemanggilan DLH guna diminta penjelasan terkait sejauh mana realisasi reklamasi atau penutupan kembali bekas tambang batu bara PT BEL di kawasan Alue Buloh, Kecamatan Seunagan.

Donasi Aceh Lampaui Rp 805 Juta, Korban Meninggal 105, Pengungsi 77.000 Orang Lebih

Aceh Barat Percepat Penyuntikan Vaksin Sinovac terhadap Tenaga Medis, Ini Jadwalnya

Pembangunan Jembatan Panca & Lamsie akan Lanjut, 15 Rumah Korban Tanah Bergerak Dibangun Bank Aceh 

Pasalnya, lubang bekas batu bara peninggalan penambangan PT BEL akan sangat besar berdampak terhadap lingkungan bila tidak direklamasi.

Zulkarnain menyatakan, persoalan lingkungan tersebut tidak boleh dibiarkan sehingga harus disikapi serius oleh pihak terkait.

Bahkan, tukas Zulkarnain, Komisi III DPRK akan berkonsultasi ke DPRA guna hal itu dipertanyakan lagi ke dinas terkait di Pemerintah Aceh.

“Sebab, DPRK beberapa waktu lalu juga sudah pernah mempertanyakan terhadap penutupan lubang eks tambang, tetapi belum direalisasikan,” ungkapnya.

Terkait hal itu, Kadis DLH dan Kabid Amdal mengatakan, bahwa Pemkab Nagan Raya sudah pernah menurunkan tim ke lokasi bekas tambang batu bara, beberapa waktu lalu.

Prototipe Space X Tanpa Pilot Meledak Saat Menghantam Bumi

Ini Penyebab Aceh Jaya Telat Lakukan Pencairan Dana Desa

Dinodai Pemerintahan Jalur Gaza, Hamas Berjuang Dalam Pemilihan

“Bahkan, kami juga sudah pernah berkonsultasi ke dinas terkait di Pemerintah Aceh,” Kepala DLH Nagan Raya, T Hidayat.

“Dalam pertemuan beberapa waktu lalu, sudah pernah kami sampaikan kepada pihak perusahaan untuk segera menutupnya,” tukas dia.

Diakuinya, bekas tambang batu bara itu dampaknya bisa membahayakan lingkungan, seperti ternak warga yang terjatuh, bahkan warga juga ada yang tercebur ketika melewati kawasan itu.

“Namun dalam persoalan ini, DLH sudah mengingatkan ke pihak perusahaan bahwa bekas tambang batu bara harus segera ditutup bila tidak diambil lagi,” tandasnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved