Breaking News:

Harga Bahan Pokok

Harga Telur Ayam Ras kembali Naik, Harga Minyak Goreng turun

Harga telur ayam di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar kembali naik, dari Rp 365.000/ikat (300 butir) menjadi Rp 375.000/ikat (300 butir).

SERAMBINEWS.COM/HERIANTO
Stok telur ayam ras di sebuah toko grosir di Lambaro, Aceh Besar, sudah mulai menipis, harganya terus bergerak naik, Senin (7/12/2020) 

Laporan Herianto | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Harga telur ayam di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar, pada hari Kamis (4/2) kembali naik, dari Rp 365.000/ikat (300 butir) menjadi Rp 375.000/ikat (300 butir).

Sementara minyak goreng, harganya cenderung menurun dari Rp 13.000/Kg menjadi Rp 12.700/Kg.

Aldy Zainun, penyalur telur ayam ras dan minyak goreng curah di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar yang dimintai penjelasannya terkait harga telur ayam ras meningkat kembali kepada Serambi, kamis (4/2) mengatakan, kenaikan harga teluar ayam ras itu dipengaruhi permintaan.

Info penyalur telur ayam ras di Medan kepada pemasok telur di Pasar Induk Lambaro, kata Aldy Zainun, permintaan telur pada minggu pertama bulan Februari ini, di Medan meningkat, terutama dari Pulau Jawa.

Karena, permintaannya naik, sementara persedian atau stoknya, di gudang tidak mengalami penambahan, harga beli akan meningkat.

Namun begitu, kenaikan harga telur ayam ras, pada minggu pertama bulan Februari ini, belum lah setinggi kenaikan telur pada akhir Desember 2020 dan awal Januari 2021 lalu sempat mencapai angka  Rp 440.000 – Rp 480.000/ikat (300 butir).

Arkeolog Temukan Mumi berusia 2.000 Tahun Dengan Lidah Emas di Mesir

VIDEO Perawat tak Terima Gaji Tiga Bulan Akibat Pandemi, RS PMI Aceh Utara Disegel

Siap-siap, Poltas dan Disnakermobduk Akan Latih Masyarakat untuk Produksi Souvenir dari Marmer

Minyak goreng curah, sebut Aldy Zainun, harganya mulai menurun, dari Rp 13.000/Kg, turun menjadi 12.300/Kg, ditingkat penyalur atau grosirnya.

Sementara di tingkat eceran masih tetap menjual Rp 14.000/Kg. Sedangkan telur ayam ras, harga per lempingnya ditingkat pengecer antara Rp 40.000 – Rp 42.000 (30 butir).

Amir, salah seorang pedagang kelontong yang ditemui Serambi di Pasar Induk Lambaro, yang dimintai penjelasannya mengatakan, pada hari Kamis ini, dirinya beli telur sebanyak 2 ikat atau 20 lemping.

Harga per ikatnya Rp 375.000, sedikit naik dari hari Minggu (31/1) kemarin Rp 365.000/ikat.

Sementara minyak goreng curah, harganya sudah turun Rp 12.300/Kg, sebelumnya Rp 13.000/Kg. Kendati harga minyak goreng curah sudah turun, tapi harga jual ecerannya masih tetap Rp 14.000/Kg.

Amir mengatakan, harga minyak goreng turun, sifatnya hanya sesaat dan ketika stok nya di Medan mulai menyusut, harganya akan kembali naik.

Sembilan LSM Desak KLHK Percepat Pemindahan Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser ke Aceh

Ilhan Omar Kecam Senator Republik Marjorie Taylor Greene, Gunakan Wajahnya untuk Penggalangan Dana

Jaringan Gas tak Kunjung Selesai, Pemkab Aceh Tamiang Panggil Adhi Karya dan PGN

Sementara telur ayam ras, harganya naik, juga sifatnya sesaat, nanti setelah permintaan dari Pulau Jawa menurun, penyalur telur di Medan, kembali menurunkan harga jual telurnya.

Gula pasir, sebut Amir, harganya turun. Sebelumnya Rp 595.000 – Rp 600.000/sak (50 Kg), pada minggu pertama bulan Februari ini, turun dikit menjadi Rp 590.00/sak.

Kacang kedelai/kacang kuning, lanjut Amir, harganya naik kembali dari Rp 470.000/sak (50 Kg), manjadi Rp 495.000/sak.

Kenaikan harga kacang kuning itu, dipengaruhi semakin menipisnya stok kacang kedelai di dalam negeri, sementara permintaannya terus meningkat.

Kacang kuning yang dijual di Pasar Induk Lambaro ini, menurut Aldy Zainun, pada umumnya dipasok dari Medan.

Sedangkan Medan, memasok kacanag kuning dari Pulau Jawa. Jadi wajar saja, harga jual grosir dan eceran kacang kuning terus bergerak naik.

Komoditi kebutuhan pokok yang harga jualnya relatif stabil, sebut Aldy Zainun, adalah kacang tanah dan kacang hijau.

Kacang tanah ukuran besar, minggu ini dijual dengan harga grosirnya Rp  23.000/Kg dan ukuran sedang Rp 22.000/Kg, sementara kacanag hijau, dijual dengan harga Rp 500.000/sak (25 Kg) atau Rp 20.000/Kg.

Parah! Oknum Sekdes di Bener Meriah Diduga Rudapaksa Anak di Bawah Umur, Kini Meringkuk di Tahanan

Ayah Tiri Bocah yang Ditemukan Meninggal di Bak Mandi Ternyata Pernah Terlibat KDRT di Malaysia

VIDEO Detik-detik Mobil Avanza Tabrak Honda Scoopy di Pawoh Susoh Abdya

Aldy Zainun mengatakan, kenaikan kembali harga kacang kuning, membuat produsen tempe dan tahu di Aceh Besar dan Banda Aceh mengeluh. Stok kacang kuning di tokonya, masih cukup untuk penjualan satu bulan ke depan.

“Para pengusaha tempe dan tahu mengatakan, bulan lalu, akibat naik harga kacang kuning, harga jual tempe sudah dinaikkan sekitar 10 persen, sekarang kalau harga bahan bakunya naik lagi, berapa lagi harus kita naikkan harganya,”ujar Edy, pengusaha tempe dan tahu di Aceh Besar.

Keluhan yang hampir serupa juga dilontarkan, Ridwan, pengusaha tempe dan tahu di Banda Aceh.

Untuk mengatasi kenaikan harga kacang kedelai terhadap harga jual produk tempe dan tahu, pada bulan lalu, kita sudah kurangi volume ukuran tahu dan tempe yang dijual.

Bulan ini harga bahan baku tempe dan tahu itu, sebut Ridwan, kembali naik lagi. Apa lagi yang harus kita lakukan, agar konsumen tetap mau beli tempe dan tahu.

“Kalau harganya dinaikkan, untuk menyesuaikan kenaikan biaya produksi, atas kenaikan bahan baku kacang kuning, sementara ukurannya sudah berkurang, omset penjualan tempe dan tahu, bisa menurun, pengaruh harga tempe dan tahu, dinaikkan,” ujar Ridwan.(*)

Penulis: Herianto
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved