Internasional
Turki Penjarakan Empat Dalang Demonstrasi Penunjukan Rektor Melih Bulu Oleh Erdogan
Kantor kejaksaan Istanbul, Turki telah menahan empat orang sebagai dalang demonstrasi Rektor Melih Bulu.
SERAMBINEWS.COM, ISTANBUL - Kantor kejaksaan Istanbul, Turki telah menahan empat orang sebagai dalang demonstrasi Rektor Melih Bulu.
Mereka ditangkap sebagai bagian dari penyelidikan terhadap penunjukan Bulu oleh Presiden Tayyip Erdogan sebagai rektor di salah satu universitas ternama di negara itu.
Protes dimulai bulan lalu atas penunjukan Erdogan atas Melih Bulu, seorang akademisi dan mantan kandidat politik, sebagai rektor Universitas Bogazici Istanbul.
Dilansir Reuters, Senin (8/2/2021), para mahasiswa dan fakultas mengatakan prosesnya tidak demokratis.
Kantor Kejaksaan Istanbul mengatakan empat orang dipenjara menunggu persidangan atas protes di Distrik Kadikoy Istanbul.
• Turki Buru Kaum Uighur, Deportasi ke China Dengan Imbalan Vaksin Covid-19
Mereka dituduh melakukan berbagai kejahatan termasuk merusak properti umum dan propaganda terorisme.
Dua lainnya ditempatkan di bawah tahanan rumah, katanya.
Ratusan orang berkumpul di Kadikoy minggu ini untuk mendukung protes mahasiswa di universitas.
Pihak berwenang menahan sekitar 165 orang dalam dua hari terpisah dan dua dari mereka dipenjara menunggu persidangan.
Sekitar 600 orang telah ditahan sejak 4 Januari 2021 ketika protes menyebar di Istanbul dan Ankara, kata pihak berwenang.
Sebagian besar telah dibebaskan tetapi pemerintah menepis kritik para pengunjuk rasa, dengan mengatakan demonstrasi didorong secara politik.
Para pejabat juga telah menyebarkan apa yang oleh Amerika Serikat dan Perserikatan Bangsa-Bangsa digambarkan sebagai retorika homofobik.
Dengan seorang menteri menggambarkan siswa sebagai "penyimpang LGBT".
• Twitter Batasi tweet Menteri Dalam Negeri Turki, Sebut Pengunjuk Rasa LGB Sesat
Erdogan mendirikan dua fakultas baru di universitas pada Sabtu (6/2/2021), dalam sebuah dekrit yang diterbitkan dalam Lembaran Negara Resmi.
Dalam sebuah langkah yang menurut para kritikus ditujukan untuk meningkatkan pengaruh Ankara.
Ali Babacan, mantan sekutu Erdogan dan kepala Partai Demokrasi dan Kemajuan (DEVA) saat ini, mengatakan akan mengarah pada penunjukan orang-orang yang lebih dekat dengan Erdogan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/demo-mahasiswa-di-turki.jpg)