Video
VIDEO - Restoran Ini Gratiskan Makanan Bagi Mahasiswa Kesulitan Keuangan
Dia mengatakan setiap orang sama, tidak peduli apakah orang itu Muslim, Kristen, hitam, Cina dan pintu restorannya selalu terbuka untuk semua orang.
Penulis: Yuhendra Saputra | Editor: Mursal Ismail
Dia mengatakan setiap orang sama, tidak peduli apakah orang itu Muslim, Kristen, hitam, Cina dan pintu restorannya selalu terbuka untuk semua orang.
SERAMBINEWS.COM, PARIS - Di Mantes-la-Jolie di Yvelines, ibu kota Prancis, Paris, seorang pemilik restoran asal Maroko menawarkan makanan gratis.
Program ini dilakukannya untuk membantu di tengah biaya hidup, biaya akomodasi, dan pemutusan hubungan kerja lantaran pandemi Covid-19
Selama beberapa minggu banyak siswa kelaparan dan mereka mengantre panjang di depan badan amal di Paris.
Restoran Brahim Bourika, "Etoile de Fès", terletak 50 km dari Paris. Pengusaha muda itu memutuskan untuk memberikan makanan gratis kepada siswa yang kesulitan keuangan.
Atas tindakannya itu, Brahim menampilkan profil Muslim yang patut dicontoh.
Pemilik restoran berusia 28 tahun itu pernah bekerja di toko sandwich milik ayahnya hingga 2017 dan memulai bisnisnya sendiri 4 tahun lalu.
“Saat membuka restoran ini, saya berjanji kepada Allah bahwa saya tidak akan membuat orang kelaparan.
Saya bersumpah untuk memberi kepada siapa pun yang datang ke sini dan meminta makanan, terlepas dari siapa atau apa mereka, "kata pria dermawan itu pada Jumat (5/2/2021).
Nabi Muhammad (SAW) mengatakan 'Tunjukkan belas kasihan kepada orang-orang di bumi, maka Allah akan menunjukkan belas kasihan kepadamu. "
Brahim tersentuh dengan banyaknya peristiwa bunuh diri di kalangan siswa yang kesulitan keuangan, dan melihat antrean yang tak ada habisnya di pembagian bingkisan.
“Prancis yang berekonomi terbesar ke-6 di dunia seharusnya tidak membiarkan hal ini. Siswa yang berjuang di Prancis dibiarkan kelaparan. Ini sudah tidak normal,” katanya.
Keputusan Brahim untuk menawarkan makanan kepada siswa dengan cepat tersebar di Twitter, media lokal dan media nasional.
Banyak tokoh dan anonim memberikan dukungan kepada pemilik restoran itu.
Brahim banyak menerima tawaran sumbangandari negara lain seperti Belgia, Jerman, Kanada, dan Maroko, negara asalnya.