Breaking News:

Jurnalisme Warga

Pesona Krueng Pasie Raya, Amazonnya Aceh Jaya

KARENA eksotisnya panorama Krueng Pasie Raya di Aceh Jaya, sehingga banyak orang menjulukinya bagaikan Sungai Amazon

Pesona Krueng Pasie Raya, Amazonnya Aceh Jaya
IST
PIPI MURFIZA, Mahasiswi Pendidikan Bahasa Indonesia STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh, melaporkan dari Pasie Raya, Aceh Jaya

OLEH PIPI MURFIZA, Mahasiswi Pendidikan Bahasa Indonesia STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh, melaporkan dari Pasie Raya, Aceh Jaya

KARENA eksotisnya panorama Krueng Pasie Raya di Aceh Jaya, sehingga banyak orang menjulukinya bagaikan Sungai Amazon (sungai di Amerika Selatan yang merupakan sungai terpanjang kedua di dunia). 

Siapa pun yang berkunjung ke sana niscaya akan takjub dengan pemandangannya yang sangat indah. Sungai ini terletak tidak jauh dari permukiman warga. Krueng Pasie Raya dikelilingi oleh tumbuhan hijau dan pegunungan yang menjulang tinggi. Burung-burung yang berkicau serta suara air yang begitu tenang. Aneka tumbuhan tumbuh subur di kiri-kanan jalan.

Di sungai juga terdapat ikan jurung atau kerling (dalam bahasa Aceh disebut dengan ikan keureulieng). Kalau pengunjung ingin menikmati khas ikan jurung atau kerling bisa menangkapnya dengan cara memancing. Ada juga yang memanggang dan menyantapnya langsung di pinggir sungai. Kami biasa memakan ikang jurung setiap hari. Rasanya gurih dan sangat khas.  Menikmati ikan jurung sambil menikmati panorama “Sungai Amazon ala Pasie Raya” sungguh merupakan kebahagiaan tersendiri.

Krueng Pasie Raya menawarkan pemandangan alam yang indah, daerah pegunungan yang terdapat gunung yang tinggi, besar, dan biru. Di kaki gunung terdapat sungai yang mengalir, airnya jernih dan segar. Juga terdapat hamparan yang kini padinya telah menguning dan hampir siap panen.

Selain sawah, di sana juga terdapat banyak kebun yang ditanami padi dan tebu di tepi jalan. Rerimbunan pohon terhampar luas di kejauahan sehingga semakin memberikan suasana khas alami pedesaan.

Di pagi hari udara di daerah pegunungan sangat dingin, udara di sana masih bersih dan segar. Embun yang masih menutupi hijaunya daun-daun, suara burung-burung yang berkicau terdengar sangat indah. Ketika matahari muncul, semua penduduk di daerah pegunungan mulai melakukan aktivitas. Ada yang berangkat ke sawah untuk memanen tebu, mencuci pakaian di sungai, dan lain-lain. Hal itu sudah menjadi tradisi di permukiman kawasan pinggir pegunungan. 

Ketika matahari mulai terbenam semua aktivitas penduduk daerah pegunungan berakhir. Bersamaan dengan itu, warna langit yang cerah pun berubah menjadi kuning. Namun demikian, keindahan alam di daerah pegunungan masih tetap indah. Sungguh suatu anugerah ciptaan Allah yang patut kita syukuri.

Berbagi cerita tentang pemandangan alam pesawahan dan langit pedesaan memang tiada habisnya. Pemandangan pedesaan biasanya akan identik dengan sawah dan sungainya. Selain itu, keberadaan sungai juga akan menambah suasana alam khas pendesaan. Selama ini, sungai banyak memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Hal ini terjadi karena sungai menjadi sumber air bagi irigasi agar padi di sawah tetap subur.

Tentu tidak semua pemandangan desa akan didominasi oleh sawah dan sungai, karena tak jarang unsur lainnya ikut membentuk keindahan alam pedesaan. Salah satunya adalah desa tempat saya tinggal.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved