Breaking News:

Berita Aceh Utara

Ini Jumlah Tenaga Kesehatan di Aceh Utara yang Sudah Divaksin dan Terpaksa Ditunda

”Ini artinya sampai hari ketiga saja, angka yang sudah divaksin terhadap nakes sudah melebihi 50 persen,” ujar Amir.

For. Serambinews.com
Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Amir Syarifuddin SKM. 

Laporan Jafaruddin | Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Tenaga kesehatan (nakes) di Aceh Utara yang tak bisa disuntik Vaksin Sinovac hingga hari ketiga pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di 36 titik, Sabtu (13/2/2021), mencapai 1.368 orang.

“Jadi sampai hari ketiga, jumlah nakes yang tidak bisa divaksin tersebut mencapai 1.368 orang lebih, karena mereka mengalami salah satu dari 16 penyakit yang disebutkan dalam petunjuk resmi Kementerian Kesehatan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Aceh Utara, Amir Syarifuddin kepada Serambinews.com, Sabtu (13/2/2021).

Disebutkan Kadinkes, sampai hari ketiga, jumlah nakes yang datang ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk vaksinasi mencapai 5.227 orang dari 6.115 peserta nakes yang terdata.

Dari jumlah itu, sebutnya, yang sudah divaksin sudah mencapai 2.648 orang. ”Ini artinya sampai hari ketiga saja, angka yang sudah divaksin terhadap nakes sudah melebihi 50 persen,” ujar Amir.

Sedangkan selebihnya, beber Amir, belum jadwal datang ke titik vaksinasi dan juga yang sudah datang tapi terpaksa ditunda disebabkan karena tekanan darah tinggi atau karena ada hal lain.

Ayu Ting-Ting dan Adit Batal Menikah, Enji Prihatin Singgung Soal Jodoh Sudah Diatur

Peringati Satu Dekade Berdiri, BFLF dan PAPDI Pinjamkan Inkubator Portabel Gratis untuk Warga Miskin

Seorang Wanita di India Nekat Ceraikan Pria yang Baru Dinikahinya, Ini Ternyata Penyebabnya

Kadinkes melanjutkan, bagi nakes yang harus ditunda penyuntikannya akan dilaksanakan kembali pada hari keempat, Senin (15/2/2021) lusa.

“Sedangkan yang tak bisa divaksin harus menunggu petunjuk lanjutan dari Kementerian Kesehatan,” imbuhnya.

Menurut Amir, pelaksanaan vaksinasi di 36 titik dalam Kabupaten Aceh Utara berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala.

“Hari pertama, saya melakukan pengawasan ke puskesmas yang ada di wilayah barat,” ujar Kepala Dinas Kesehatan ini.

Pada hari pertama itu, beber dia, hanya pengisian identitas nakes yang akan divaksin di jaringan yang terkendala.

Aurel dan Atta Dikabarkan akan Menikah 21 Maret, Begini Respon Krisdayanti

Pengurus Cabor Squash Kota Banda Aceh Dilantik, Jadi Pengcab PSI Pertama Dikukuhkan di Aceh

Begini Kronologis Ditreskrimsus Bongkar Praktik Jual Beli Orang Utan, Pakai Teknik Undercover Buy

“Kemungkinan karena hari pertama semua kabupaten/kota menggunakan aplikasi tersebut sehingga menjadi lambat,” ulasnya.

“Tapi setelah mendapat arahan dari Pak Sekda Aceh, dr H Taqwallah, MKes boleh menggunakan sementara secara manual baru kemudian diisi ke online, sehingga hari kedua tidak kendala lagi,” tukas Amir.(*)

Penulis: Jafaruddin
Editor: Saifullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved