Breaking News:

Otomotif

Pajak Kendaraan Berbeda dengan PPnBM Seusai Pemerintah Beri Insentif, Ini Penjelasannya

Seiring akan diberlakukannya penghapusan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil baru sejak Maret, maka pajak kendaraan juga perlu diketahui.

SERAMBINEWS.COM/HERIANTO
Suasana wajib pajak sedang tunggu antrean bayar PKB dan BBNKB di Kantor Samsat Batoh, Banda Aceh. 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Seiring akan diberlakukannya penghapusan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil baru sejak Maret, maka pajak kendaraan juga perlu diketahui.

Namun, tidak berlaku untuk mobil 1.500 cc ke atas seperti Fortuner, Pajero dan sejenisnya.

Ketentuan pemerintah ini hanya dikhususkan untuk mesin di bawah 1.500 cc, seperti Toyota Avanza, Xenia dan lainnya.

Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di awal tahun 2021 ini.

"Melalui langkah ini diharapkan konsumsi masyarakat berpenghasilan menengah atas dan utilisasi industri otomotif akan meningkat sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama 2021," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan resmi, Kamis (11/2/2021).

Relaksasi pajak ini akan diberikan dalam tiga tahapan berbeda, masing-masing berdurasi selama tiga bulan.

Untuk tahap pertama yang dimulai bulan Maret 2021 insentif PPnBM sebesar 100 persen dari tarif atau gratis.

Kemudian, PPnBM tahap kedua sebesar 50 persen dari tarif dan terakhir insentif PPnBM yang diberikan sebesar 25 persen dari tarif. PPnBm itu sendiri.

Berbeda dengan pajak kendaraan bermotor ( PKB) yang wajib dibayarkan setiap tahun dengan perhitungan nilai jual kendaraan bermotor (NJKB) dikalikan 2 persen.

Rokok, Pajak Kendaraan, dan BBM Sumber Andalan Pendapatan Asli Aceh, Ini Target PAA Tahun 2021

1. Tarif PPnBM sebesar 10 persen

Halaman
1234
Editor: M Nur Pakar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved