Breaking News:

Berita Kutaraja

Balai Besar TNGL Resmi Pindah dari Sumut dan Berkantor di Aceh, Begini Prosesnya

Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuseur (BBTNGL) resmi pindah kantor dari Sumatera Utara (Sumut) ke Provinsi Aceh, tepatnya di Banda Aceh.

SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Asisten Bidang Pembangunan dan Perekonomian Sekda Aceh, Ir Mawardi dan anggota DPR RI asal Aceh, TA Khalid memperlitkan prasasti peresmian Kantor BBTNGL yang kini berkantor di Aceh, Selasa (16/2/2021). 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Setelah lama diperjuangkan, akhirnya Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuseur (BBTNGL) resmi pindah kantor dari Sumatera Utara (Sumut) ke Provinsi Aceh, tepatnya di Banda Aceh.

Peresmian Kantor BBTNGL ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi bersama Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (Dirjen KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Wiratno, Selasa (16/2/2021).

Penandatanganan prasasti disaksikan oleh sejumlah anggota Komisi IV DPR RI, termasuk di antaranya legislator asal Aceh, yaitu TA Khalid, dan Muslim, serta Kepala BBTNGL, Jefry Susyafrianto serta pejabat lainnya.

Dari Pemerintah Aceh dihadiri Asisten Bidang Pembangunan dan Perekonomian Sekda Aceh, Ir Mawardi yang mewakili Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh, A Hanan.

Untuk diketahui, advokasi pemindahan Kantor BBTNGL dari Provinsi Sumatera Utara ke Provinsi Aceh sudah disuarakan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI.

Baca juga: FKD Kompas Gramedia Aceh Terbentuk, Ini Susunan Pengurusnya

Baca juga: Toyota Raize Dapat Dipesan Dengan Tanda Jadi Rp 10 Juta

Baca juga: Presentasi Buku Kerja di Ruang Sekda, 289 Camat Dibekali Pengetahuan tentang Vaksinasi Covid-19

Baik oleh Pemerintah Aceh, anggota DPR RI asal Aceh, anggota DPRA, maupun aktivis lingkungan. Alasan mendasarnya karena sekitar 80 persen dari 1.094.692 hektare total luas Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), berada di Provinsi Aceh dan sisanya masuk wilayah Sumatera Utara.

Secara administrasi, di Provinsi Aceh wilayah TNGL meliputi Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Tamiang. Sedangkan di Provinsi Sumatera Utara meliputi Kabupaten Dairi, Karo dan Langkat.

Dirjen KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Wiratno dalam sambutannya mengatakan, pemindahan kantor tersebut merupakan bagian dari usaha pihaknya untuk mendorong BBTNGL agar berperan besar melindungi kawasan hutan, khususnya di wilayah Provinsi Aceh.

Dengan terjadinya pemindahan tersebut, ia berharap, dapat memperkuat koordinasi dan komunikasi dalam rangka kerja sama dengan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan masyarakat Aceh.

"Tujuan akhirnya adalah masyarakat di sekitar Taman Nasional Gunung Leuseur ini memiliki ekonomi berbasis kawasan konservasi, tumbuh dengan spirit keswadayaan, kemandirian dan bisa hidup berdampingan dengan satwa liar," kata Wiratno.

Baca juga: Fakta Viral Balita Dianiaya Ayah Tiri, Pelaku Kabur, Ibu Dirawat Usai Minum Cairan Pembersih

Baca juga: PPnBM 0 Persen Jenis Mobil Sedan, Hanya Ada Pada Toyota Vios

Baca juga: Umumkan Perceraian dengan Niko Al-Hakim, Rachel Vennya Beberkan Nasib Kedua Anaknya

Sementara Gubernur Aceh yang diwakili Asisten Bidang Pembangunan dan Perekonomian Sekda Aceh, Mawardi menyambut baik keputusan manajemen BBTNGL memindahkan kantornya dari Sumatera Utara ke Aceh, tepatnya Banda Aceh.

Dengan begitu, papar Mawardi, koordinasi dalam melindungi dan melestarikan kawasan Leuser agar lebih efektif dan efisien.

"Sejak lahirnya Undang-Undang Pemerintahan Aceh yang menegaskan bahwa pengelolaan kawasan TNGL merupakan kewenangan Pemerintah Aceh," ujarnya.

"Itu berarti, berbagai kebijakan terkait perlindungan TNGL tidak lagi berada di bawah kendali pemerintah pusat, melainkan tanggung jawab Pemerintah Aceh," kata Mawardi.

Mawardi menjelaskan, dengan lahirnya regulasi baru tersebut, maka tidak efektif lagi apabila BBTNGL berkantor di Sumatera Utara.

Baca juga: Staf Khusus Presiden Jokowi Dijadwalkan Berkunjung ke UTU Besok, Ini Agenda Kegiatannya

Baca juga: Tim Tabur Kejaksaan Tangkap Napi Korupsi yang Buron Lima Tahun, Keluarga Sempat Buat Perlawanan

Baca juga: Darwati Respon Keras Kasus Rudapaksa Gadis 14 Tahun oleh 3 Pemuda di Bener Meriah, Begini Sikapnya

Pilihan membuka kantor di Aceh adalah keputusan paling tepat agar komunikasi dengan Pemerintah Aceh lebih lancar.(*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Saifullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved