Breaking News:

Lembaga Keuangan Syariah

Adira Finance Syariah Hadirkan Solusi Pembiayaan dengan Akad Bai Wa Al Istijar di Aceh

Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan syariah, mewajibkan semua lembaga keuangan yang beroperasi dan bertransaksi di Provinsi Aceh

Adira Finance Syariah
Adira Finance Syariah Hadirkan Solusi Pembiayaan dengan Akad Bai Wa Al Istijar di Aceh 

Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan syariah, mewajibkan semua lembaga keuangan yang beroperasi dan bertransaksi di Provinsi Aceh menggunakan prinsip Syariah sebelum Januari 2022. Sebagai bentuk adaptasi terhadap regulasi tersebut, mulai tahun ini semua kantor cabang Adira Finance Syariah di Aceh melakukan rebranding.

Perubahan ini memungkinkan Adira Finance Syariah, untuk lebih mendekatkan diri dengan ekosistem dan pelanggan, terutama di daerah Aceh yang memiliki populasi lebih dari 5,3 juta jiwa. Untuk memenuhi Qanun Aceh tersebut, perubahan dilakukan secara menyeluruh, meliputi perubahan pada desain-desain customer touch point (CTP) di kantor cabang syariah, bentuk layanan pelanggan, seragam, hingga produk dan program pembiayaan yang ditawarkan.

“Masyarakat Aceh diharapkan bisa melihat Adira Finance Syariah sebagai salah satu solusi untuk kebutuhan terkait finansial, melalui beragam produk dan program yang ditawarkan. Sesuai dengan visi kami ‘Menciptakan nilai bersama untuk meningkatkan kesejahteraan’,” ujar Direktur Penjualan, Pelayanan, dan Distribusi Adira Finance, Niko Kurniawan Bonggowarsito.

Baca juga: Adira Finance Syariah Hadirkan Pembiayaan Baru Akad Bai Wal Istijar, Ini yang Ditawarkan

Khusus di Aceh, Adira Finance Syariah juga menyediakan produk baru berupa Adira Multi Dana Syariah (AMANAH). Yaitu pembiayaan dana syariah untuk berbagai kebutuhan yang bersifat produktif maupun konsumtif, dengan menggunakan akad Al bai wa Al Isti’jar.

Akad yang dilakukan, sesuai fatwa Dewan Syariah Nasional mengenai pembiayaan ulang (refinancing) syariah. Head of Syariah Adira Finance, Yusron Hibrizie, menjelaskan akad ini merupakan jual beli suatu aset berdasarkan prinsip Al-Bai', yaitu dengan cara pelanggan menjual asetnya kepada perusahaan mengikuti prinsip tersebut.

Kemudian, perusahaan menyewakan aset tersebut kepada pelanggan dengan opsi hibah di akhir periode dengan menggunakan prinsip Ijarah Muntahiyah Bittamlik (IMBT), yaitu prinsip mengenai sewa barang atau benda, dimana pada akhir masa sewa akan dilakukan pengalihan kembali kepemilikan obyek tersebut dalam bentuk hibah. Semua proses dalam pembiayaan ini dipastikan berprinsip syariah dan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah.

Produk pembiayaan AMANAH dapat digunakan pelanggan dari berbagai latar belakang dan profesi.  untuk beragam kebutuhan finansial, dari modal usaha, biaya renovasi rumah, pendidikan, kesehatan, wisata, hingga menggelar acara pernikahan atau reuni keluarga besar.

“Pembiayaan ulang dengan prinsip Al-Bai’ wa al-Isti’jar sejalan dengan misi perusahaan untuk menyediakan beragam solusi keuangan sesuai dengan kebutuhan setiap pelanggan, melalui sinergi dengan ekosistem. Selain itu, menambah lini produk berprinsip syariah untuk memenuhi kebutuhan di setiap siklus kehidupan mereka,” ungkap Yusron.

Kehadiran program pembiayaan Bai wal Istijar kian melengkapi beragam produk yang sudah tersedia sebelumnya, yaitu pembiayaan otomotif, paket perjalanan ibadah umrah, serta pembiayaan non-otomotif seperti perlengkapan rumah tangga dan elektronik (durables), dengan menggunakan akad Murabahah.

Selain produk baru dan rebranding, Adira Finance Syariah juga akan mengubah kontrak pembiayaan pelanggan dari konvensional menjadi syariah. Namun dengan catatan, hanya untuk pelanggan yang memiliki masa kontrak pembiayaan berakhir setelah 31 Desember 2021. Pelanggan akan diarahkan untuk melakukan perubahan kontrak pembiyaannya menjadi syariah, dengan menandatangani adendum mulai 1 April 2021.

Yusron menambahkan, kepada masyarakat Aceh, Adira Finance Syariah juga memberikan donasi berupa mobil ambulans bekerja sama dengan Filantra. Mobil ambulans ini dapat dipergunakan secara gratis untuk mengantarkan pasien ke rumah sakit terdekat. Donasi tersebut merupakan wujud kepedulian dan komitmen Adira Finance Syariah untuk ikut serta meningkatkan kesejahteraan melalui program CSR. Harapannya, mobil ambulans ini dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan dalam kondisi darurat. Selain di Aceh, sebelumnya donasi ambulans juga sudah dilakukan di DKI Jakarta dan Semarang, Jawa Tengah.

Untuk diketahui, sejak diperkenalkan pada 2014, Adira Finance Syariah kini memiliki 40 kantor cabang unit Syariah yang tersebar di seluruh Indonesia. Pada tahun lalu, meski terjadi pandemi Covid-19, Adira Finance Syariah berhasil mencatatkan peningkatan pembiayaan syariah 11% year on year (yoy) menjadi Rp 3 triliun pada 2020. Bahkan tahun ini, perusahaan rencananya akan menambah dua unit kantor cabang syariah di Medan, Sumatera Utara, dan Samarinda, Kalimantan Timur.

Untuk informasi lebih lanjut silakan menghubungi Dering Adira Finance 1500511, atau kunjungi bit.ly/af-qanun21.

Editor: iklan@serambinews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved