Breaking News:

Kisah Nyata

Kisah Hamzah Bertemu Adik-adiknya karena Google Maps, Sempat Mengira Hilang Saat Tsunami

Mereka hanya bisa saling menangis dan menempelkan tangan di layar HP, karena pertemuan berlangsung melalui fasilitas video call WhatsApp.

Penulis: Zainal Arifin M Nur | Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/ZAINAL ARIFIN
Hamzah (61) (kanan) dan adiknya Zulfikar (kiri) ditemui Serambinews.com, di Lhokseudu, Aceh Besar, Kamis (18/2/2021) pagi. 

Ini adalah BAGIAN KEDUA dari kisah nyata tentang pertemuan seorang pria yang selama 32 tahun hilang kontak dengan keluarganya.

Tulisan bagian pertama bisa dilihat DI SINI

32 TAHUN setelah kepergian Hamzah, pada satu hari di pekan kedua bulan Februari 2021, adiknya Safaruddin yang bekerja sebagai nelayan di Lhokseudu, Aceh Besar, merasa tertarik dengan aktivitas putranya yang sedang membuka peta (google maps) di telepon pintarnya.

Iseng-iseng, Safaruddin meminta putranya membuka peta Bukittinggi, Sumatera Barat.

Kepada putranya, Safaruddin bercerita dia punya abang di kawasan Bukittinggi, namun dia tidak ingat persis nama desanya.

Untuk diketahui, Bukittinggi adalah sebuah kota di Sumatera Barat yang bersebelahan dengan Kabupaten Agam.

Bukittinggi hanya berjarak sekitar 6 – 8 kilometer dari Kampung Sungai Jariang, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam.

Saat melihat-lihat Google Maps itulah, Safaruddin menemukan nama Kampung Sungai Jariang.

Ingatannya langsung terbayang ke kesan 32 tahun lalu saat pergi ke sana bersama abangnya Hamzah.

Safaruddin pun meminta putranya untuk melihat-lihat lebih dekat dan lebih detil peta Kampung Sungai Jariang.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved