Senin, 27 April 2026

Internasional

Arab Saudi Nilai MilisiHouthi Sudah Putus Asa, Pertempuran Terus Berkecamuk di Seluruh Negeri

Kerajaan Arab Saudi menilai kelompok milisi Houthi dukungan Iran di Yaman sudah mulai putus asa.

Editor: M Nur Pakar
Reuters
Seorang anak laki-laki membawa senjata saat dia dan pendukung Houthi terlihat dalam sebuah pertemuan di Sanaa, Yaman pada 2 April 2020 

SERAMBINEWS.COM, NEW YORK - Kerajaan Arab Saudi menilai kelompok milisi Houthi dukungan Iran di Yaman sudah mulai putus asa.

Hal diungkapkan Arab Saudi dalam pertemuan intensif dua jam Dewan Keamanan untuk membahas krisis di Yaman.

Abdallah Al-Mouallimi, perwakilan permanen Arab Saudi untuk PBB berhenti sejenak untuk merenungkan eskalasi agresi Houthi baru-baru ini.

Al-Mouallimi mengatakan lonjakan kekerasan sebagai tanda putus asa yang dihadapi Houthi.

Dilansir ArabNews, Jumat (19/2/2021), ada kekhawatiran terhadap pergeseran komunitas internasional terhadap mereka.

Bahkan, kegagalan mereka di medan perang, di mana telah menderita kemunduran yang luar biasa.

Baca juga: Pertempuran Sengit Pecah di Yaman Tengah, Milisi Houthi Ingin Rebut Ladang Minyak

Permusuhan Houthi telah meningkat di banyak bagian negara itu, termasuk serangan yang diluncurkan terhadap benteng terakhir pemerintah Yaman di Marib yang kaya minyak.

Lebih dari satu juta warga sipil mengungsi di sana dan momok bencana kemanusiaan lainnya membayangi.

Sementara itu, serangan Houthi terhadap sasaran sipil di Kerajaan juga terus berlanjut.

Peningkatan kekerasan ini terjadi kurang dari sebulan setelah pemerintahan Biden, yang bermaksud menemukan solusi untuk situasi di Yaman, pindah ke Gedung Putih.

Al-Mouallimi menyarankan Houthi membuat terobosan politik dan militer karena sudah terlihat putus asa.

Dia mengatakan serangan hanya menghambat upaya perdamaian oleh Martin Griffiths, Utusan Khusus PBB untuk Yaman, dan mencegah aliran bantuan kemanusiaan untuk menyelamatkan jiwa.

Al-Mouallimi mengatakan pihak berwenang Saudi siap bekerja dengan komunitas internasional.

Untuk mengidentifikasi kemungkinan langkah lain yang dapat diambil baik di medan pertempuran atau politik.

Baca juga: Milisi Houthi Dituduh Gunakan Tameng Manusia Dalam Pertempuan Sengit di Marib

Dia menambahkan:

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved