Minggu, 12 April 2026

Berita Aceh Tengah

Peringati HUT ke-444 Kota Takengon, Petugas Rutan Takengon Lakukan Hal Ini

Meski peringatan hari jadi ke-444 Kota Takengon untuk dua  tahun terakhir, tidak bisa dirayakan dengan beragam kegiatan karena masih adanya pandemi...

Penulis: Mahyadi | Editor: Jalimin
SERAMBINEWS.COM/MAHYADI
Petugas Rutan Kelas IIB Takengon menggelar gotong-royong memperindah serta membersihkan area rutan dalam rangka memeriahkan HUT ke-444 Kota Takengon, Jumat (19/2/2021). 

Laporan Mahyadi | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Meski peringatan hari jadi ke-444 Kota Takengon untuk dua  tahun terakhir, tidak bisa dirayakan dengan beragam kegiatan karena masih adanya pandemi Covid-19, namun beberapa instansi pemerintah di Kabupaten Aceh Tengah, tetap melaksanakan walaupun dengan cara sederhana. 

Seperti yang dilakukan oleh Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Takengon. Salah satu cara meramaikan hari jadi Kota Takengon, ditengah pandemi Covid-19, para petugas  dan karyawan Rutan, Jumat (19/2/2021) melakukan gotong royong massal membersihkan area pelataran rutan.

“Hari jadi Kota Takengon ini, kami jadikan sebagai momentum untuk menciptakan lingkungan rutan yang bersih, sehat dan rapi. Apalagi hari ini, bertepatan dengan hari Jumat, sehingga bisa dimanfaatkan untuk membersihkan lingkungan seputaran Ruta Takengon,” kata Plt Kepala Rutan Kelas II B Takengon, Husni SH MH kepada Serambinews.com

Dia menambahkan, mengingat masih adanya keterbatasan karena belum berakhirnya Covid-19, sehingga tidak bisa dilakukan kegiatan yang bersifat mengumpulkan masa. Makanya, perayaan HUT Kota Takengon tetap dilaksanakan meskipun dengan cara sederhana.

“Hari ini, kami laksanakan di area rutan. Nanti akan berlanjut ke fasilitas umum diluar rutan seperti di panti asuhan, masjid, mushalla serta area umum lainnya. Ini merupakan sumbangsih kami, untuk ikut menciptakan Kota Takengon menjadi kota Bersesi,” imbuh Husni.

Untuk dua tahun terakhir, peringatakan hari jadi ke-444 Kota Takengon, hanya dilaksanakan secara terbatas. Ada beberapa agenda besar seperti pacuan kuda tradisional, pawai budaya, jalan serta sepeda santai ditiadakan karena imbas dari pandemi Covid-19.(*)

Baca juga: Warga Suak Puntong Olah Kayu Bajakah Jadi Teh Celup

Baca juga: Menhan AS Telepon Putra Mahkota Arab Saudi, Sesuai Diabaikan Oleh Presiden Joe Biden

Baca juga: Polisi Panggil 15 Saksi Kasus Rumah Wartawan Dibakar di Agara, Dek Gam Dorong Penuntasan Kasus

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved