Breaking News:

Berita Aceh Barat Daya

Bupati Abdya Sebut Memprioritaskan Anggaran Sektor Pertanian untuk Menurunkan Angka Kemiskinan

Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Akmal Ibrahim menyebutkan salah satu cara dan langkah yang efektif menurunkan angka kemiskinan adalah dengan...

SERAMBINEWS.COM/RAHMAT SAPUTRA
Pemimpin Redaksi Harian Serambi Indonesia, Zainal Arifin M Nur menyerahkan plakat kepada Bupati Abdya, Akmal Ibrahim, Sabtu (20/2/2021) sore di lokasi rencana pembangunan Pesantren Banu Ibrahim miliknya di Dusun Alue Badeuk, Gampong Cot Mane, Kecamatan Jeumpa. 

Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Akmal Ibrahim menyebutkan salah satu cara dan langkah yang efektif menurunkan angka kemiskinan adalah dengan memprioritaskan anggaran pada sektor pertanian.

Hal tersebut disampaikan Akmal Ibrahim saat berdialog interaktif dengan Pemred Harian Serambi Indonesia, Zainal Arifin M Nur dengan tema 'Cara Akmal Menurunkan Angka Kemiskinan di Abdya', Sabtu (21/2/2021) di kompleks rencana pembangunan Pesantren Banu Ibrahim miliknya di Dusun Alue Badeuk, Gampong Cot Mane, Kecamatan Jeumpa.

Dialog interaktif itu dilakukan oleh Pemred Harian Serambi Indonesia, Zainal Arifin M Nur saat berkunjung bersama Manajer Online Safriadi Syahbuddin, manajer Percetakan, Firdaus serta para wartawan se Barat Selatan ke kompleks rencana pembangunan Pesantren Banu Ibrahim miliknya di Dusun Alue Badeuk, Gampong Cot Mane, Kecamatan Jeumpa milik Akmal Ibrahim.

"Salah satu upaya yang saya lakukan dalam menurunkan angka adalah memprioritaskan anggaran pada sektor pertanian," ujar Bupati Abdya, Akmal Ibrahim SH.

Akmal menyebutkan, pada periode pertamanya memimpin, angka kemiskinan di Abdya turun secara konsisten diatas 2 persen, atau selama 5 tahun angka kemiskinan turun diatas sepuluh persen lebih.

"Kalau sekarang kan diatas 1persen, kalau periode pertama saya itu dua persen lebih pertahun, dan itu prestasi yang bagus secara nasional," sebut Akmal.

Salah satu upaya yang dilakukan saat itu, sebut Akmal, membagikan bibit dan lahan sawit gratis seluas 2 hektar per kepala keluarga.

Sementara untuk petani di sawah menurunkan biaya produksi atau pengeluaran petani seperti memberikan pupuk, bajak sawah dan bibit secara gratis, membangun irigasi dan jalan menuju ke sawah, sehingga memudahkan mereka mengangkut hasil panennya.

"Alhamdulillah, dengan kebijakan itu penghasilan mereka bertambah. Karena, angka bisnis yang untungnya diatas 100 persen itu ya sektor pertanian, kalau biaya yang kita keluarkan Rp 10 juta untuk satu hektar, saat panen dengan hasil panen 6 ton per hektar dengan harga 5000 perkilo, maka kita bisa mendapatkan uang Rp 30 juta," terangnya.

Halaman
12
Penulis: Rahmat Saputra
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved