Jumpa Kepala BKPM, Gubernur Aceh dan Hipmi Lapor Perkembangan Investasi di Aceh
Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Aceh berkomitmen mendorong investasi segera terealisasi di Aceh
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Muhammad Nasir I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Aceh berkomitmen mendorong investasi segera terealisasi di Aceh.
Hal supaya dapat memulihkan perekonomian di provinsi paling barat Indonesia ini.
Ketua Hipmi Aceh, Rizky Syahputra saat mendampingi Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah, MT, Jumat (19/2/2021) bertemu Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia meminta agar pemerintah dapat segera menyelesaikan masalah-masalah yang menjadi penghambat investor dalam merealisasikan investasinya di daerah.
Katanya, perusahaan-perusahaan asing yang sudah digaet oleh pemerintah Indonesia, agar segera merealisasikan investasinya.
"Oleh sebab itu, Hipmi Aceh bersama Gubernur Aceh hari ini berhadir ke Badan koordinasi Penanaman Modal untuk melaporkan kegiatan investasi di Aceh," ujarnya.
Baca juga: Kecewa, Dulmusrid Lapor ke Luhut Investasi UEA ke Singkil Dikabarkan Batal
Menurutnya, ketika investor sudah berkomitmen investasi, artinya mereka memang sudah berniat berinvestasi di Aceh.
Oleh karena itu, Hipmi Aceh akan menjadi lokomotif untuk mendorong efisiensi dari berbagai aspek, sehingga investor akan memilih Aceh sebagai tempat investasi.
"Kita tidak mau berandai andai, tapi jika kita bahu-membahu bersama untuk memajukan Aceh, kami yakin suatu saat iklim investasi di Aceh akan tumbuh positif,” ujar Rizky.
Katanya, Hipmi Aceh akan terus membantu Pemerintah Aceh menentukan kebijakan dan langkah baru untuk mendorong perkembangan ekonomi, menyerap investasi, dan menyambut gelombang pergeseran investasi dan produksi dari badan-badan usaha nasional maupun asing ke Aceh.
Baca juga: Dewan Syariah Aceh Terbentuk, Ini Tugasnya
"Kami siap mendukung Pemerintah Aceh dalam rangka merealisasikan investasi yang akan dilakukan oleh investor di seluruh Aceh," katanya.
Sementara Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, dalam pertemuan itu melaporkan perkembangan investasi di Aceh.
"Kondisi keamanan dan kepastian hukum di Aceh selama ini telah berjalan dengan baik. Semua investasi di Aceh berjalan baik, hanya saja terkendala dengan Covid-19,” kata Nova.
Di antara investasi yang mengalami penundaan akibat covid-19 adalah Blok Andaman III yang dikelola Repsol, perusahaan migas asal Spanyol dan Mubadala Petroleum.
Baca juga: Berada di Subussalam, Haji Uma Kunjungi Keluarga Miskin Mualaf asal Nias
Seharusnya eksplorasi di Blok Andaman III ini dilakukan pada Februari tahun ini. Namun Covid-19 membuat aktivitas eksplorasi tertunda hingga diperkirakan mencapai satu tahun lamanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/hipmi-aceh-dan-gubernur-aceh-jumpa-kepala-bkpm.jpg)