Breaking News:

Berita Kutaraja

Sepmor Terjaring Razia Balapan Liar Wajib Diambil Orang Tua, Ini Penegasan Kapolresta Banda Aceh

"Motor-motor itu baru kita lepaskan kalau anak-anak yang bersangkutan membawa orang tuanya,” tukas Kombes Joko Krisdiyanto.

FOR SERAMBINEWS.COM
Para pembalap liar yang terjaring di sekitar kawasan Ulee Lheue, Banda Aceh dibawa dan dikumpulkan ke Polresta Banda Aceh, bersama ratusan sepeda motor yang terjaring saat razia penertiban itu, Minggu (21/2/2021) dini hari WIB. 

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ratusan sepeda motor yang dijaring oleh personel gabungan Polresta Banda Aceh dari sejumlah satuan dibantu Polsek Ulee Lheue pada Minggu (21/2/2021) dini hari WIB, masih diamankan di Polresta hingga Senin (22/2/2021).

Motor para pembalap liar serta para penonton yang ikut dirazia dan terjaring dalam aksi kebut-kebutan yang meresahkan masyarakat itu boleh diambil, tapi dengan catatan membawa orang tua.

Penegasan itu disampaikan Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, SIK yang dihubungi Serambinews.com, Senin (22/2/2021).

"Motor-motor itu baru kita lepaskan kalau anak-anak yang bersangkutan membawa orang tuanya,” tukas Kombes Joko Krisdiyanto.

“Lalu, persyaratan lainnya, membawa kelengkapan surat kendaraan serta memastikan sepeda motornya itu dalam kondisi standar, bawaan pabrik," tegas Kapolresta Kombes Joko.

Baca juga: Alhamdulillah, Sudah 20 Hari Aceh Jaya Nihil Kasus Positif Covid-19

Baca juga: Setelah Dilanda Banjir, Irish Bella Syok Temukan Makhluk Ini di Rumahnya : Masih Hidup ?

Baca juga: Rusak & Hilang Terdampak Banjir, Dukcapil Ganti 23 Ribu Dokumen Kependudukan Korban Bencana Jateng

Di luar dari ketentuan tersebut, terang Kombes Joko Krisdiyanto, motor tersebut tidak akan diperkenankan untuk dibawa pulang.

Tujuan dihadirkan orang tua untuk mengambil sepeda motor anak-anaknya yang terlibat balapan liar atau sebagai penonton yang ikut terjaring di arena balapan liar sekitar Pelabuhan Ulee Lheue, beber Kapolresta, supaya orang tua  tahu apa yang dilakukan anaknya selama ini.

"Peran orang tua itu penting. Fungsi pengawasan itu harus jalan. Masih syukur anaknya kita izinkan pulang dalam keadaan masih bernyawa,” tandasnya.

“Bagaimana yang pulang hanya mayat anaknya. Jadi, sebelum semuanya terlambat, masih semua pihak ikut terlibat, termasuk orang tua yang paling penting," terang Kapolresta Banda Aceh.

Halaman
12
Penulis: Misran Asri
Editor: Saifullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved