Breaking News:

Berita Bireuen

Kawasan Hutan di Bireuen akan Dipetakan Kembali

Pemkab Bireuen akan melakukan pendataan ulang kawasan hutan dalam waktu dekat untuk memastikan kondisi hutan di kabupaten itu.

Dok tapem
Bagian Tata Pemerintahan, Setdakab Bireuen bersama BPKH Aceh, para camat dan dinas terkait lainnya, Selasa (23/02/2021) membahas trayek pemetaan hutan di Bireuen untuk dilakukan pemetaan ulang dalam waktu dekat tentang luas hutan di Bireuen. 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Luas kawasan hutan di Bireuen mulai dari Hutan Lindung (HL), Hutan Produksi Terbatas (HPT), Hutan produksi Tetap (HP) dan Areal Penggunaan Lain (APL) di Bireuen akan dilakukan pembentukan panitia dan melakukan  pendataan ulang kawasan hutan dalam waktu dekat untuk memastikan kondisi hutan di Bireuen.

Hal tersebut disampaikan Kabag Tata Pemerintahan Setdakab Bireuen, Erry Seprinaldi SSTP S Sos MSi kepada Serambinews.com, Selasa (23/02/2021) di sela-sela pertemuan dengan sepuluh camat dan dinas terkait termasuk dari Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah 18 Provinsi Aceh  di aula Bappeda Bireuen membahas dan mengesahkan trayek batas kawasan hutan  di Bireuen.

Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A Gani SH MSi yang diwakili staf ahli Irfan SPd MPd mengatakan, pembahasan  pemetaan kawasan hutan di Bireuen serta pemetaan kawasan hutan di Bireuen  dapat menyusun trayek batas kawasan hutan, kemudian dapat mengoptimalisasi pemanfaatan lahan yang merujuk pada  ketentuan perundangan yang berlaku.

Erry Seprinaldi menyebutkan,  berdasarkan data dalam SK  nomor 580/MenLHK/Setjen/ Set.1/12/2018 di Bireuen terdapat  luas kawasan hutan seluruhnya  178.368,92 hektar seluruhnya tersebar seluruh kecamatan, ada kecamatan yang tidak ada hutan lindung, hutan produksi terbatas, hutan produksi tetap, sedangkan kawasan areal pengguna lain seluruh kecamatan ada.

Pembahasan dalam pertemuan adalah tim dari BPKH Aceh memperlihatkan peta kawasan hutan kondisi sekarang  serta melakukan pemetaan ulang kawasan hutan di 10 kecamatan yang terdapat hutan lindung, hutan produksi terbatas dan hutan produksi tetap yaitu di Kecamatan  Makmur,  Jeumpa,  Jeunieb, Juli.

Seterusnya Kecamatan  Pandrah, Peudada, Peulimbang, Peusangan Selatan, Peusangan Siblah Krueng, Samalanga dan Simpang Mamplam.

Baca juga: Prodi Hubungan Internasional Umuslim Hasilkan Lulusan Perdana

Baca juga: Skutik Retro Klasik Beneli Siap Dihadirkan di IIMS Hybrid 2021

Baca juga: Kawasaki Ninja 250 Tambah Dua Warna Baru, Harga Naik Tipis

Baca juga: Radiasi HP dan Laptop Bisa Picu Kanker Otak, Benarkah? Berikut Penjelasan Lengkap Dokter

Disebutkan, pertemuan dengan para camat dan unsur terkait lainnya menampilkan peta gambaran hutan terbaru dari BPKH Aceh, setelah itu kemudian  dilakukan penandanganan berita acara tanda batas dan tanda peta kawasan hutan.

Setelah itu dalam waktu dekat tim akan turun ke masing-masing kecamatan  yang melibatkan camat, kepala desa, kepala dusun, mukim lembaga adat, pawang gle, pawang uteun dan dinas terkait melihat kondisi lapangan, hasil survei lapangan akan ditetapkan data sementara luas masing-masing kawasan hutan.

Tujuan pertemuan dengan BPKH Aceh serta para camat dan dinas terkait kata Erry Seprinaldi untuk memperlihatkan kondisi kawasan hutan di Bireuen pada peta sebelumnya dan kondisi sekarang dengan tujuan memperoleh gambaran bagaimana kondisi hutan lindung dan hutan lainnya di Bireuen

Hasil yang diharapkan dalam pertemuan tersebut nantinya diperoleh data riil kawasan hutan di Bireuen dan ditetapkan dalam keputusan Menteri LHK.(*)

Penulis: Yusmandin Idris
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved