Breaking News:

Internasonal

Mahkamah Agung AS Tolak Upaya Terakhir Donald Trump, Tutup Kasus Penggelapan Pajak Dirinya

Mahkamah Agung AS menolak upaya mantan Presiden Donald Trump untuk menutup kasus penggelapan pajak dan penipuan.

Reuters
Presiden Trump berbicara kepada media sebelum menaiki Air Force One di Pangkalan Gabungan Andrews, Selasa (12/1/2021). 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Mahkamah Agung AS menolak upaya mantan Presiden Donald Trump untuk menutup kasus penggelapan pajak dan penipuan dirinya.

Hal itu membuka jalan bagi jaksa penuntut New York untuk mendapatkan catatan keuangan delapan tahun dari akuntan dan bankir Trump yang melibatkan dirinya dan Organisasi Trump.

Dilansir AP, Selasa (23/2/2021), Trump kemungkinan menghadapi tuntutan pidana dan perdata di beberapa kasus.

Tetapi penyelidikan New York telah menyelidikan bisnisnya dengan bergerak lebih jauh daripada penyelidikan lainnya.

Baca juga: Selama Jadi Presiden AS, Donald Trump Berhasil Tambah Kekayaan Sebanyak Rp 22,6 Triliun

Tanpa komentar atau perbedaan pendapat, para hakim mengeluarkan perintah satu baris yang mengatakan telah menolak permintaan Trump untuk memblokir penegakan pengadilan dari dewan juri di New York.

Pengacaranya telah mendesak pengadilan untuk memblokir panggilan pengadilan dengan alasan terlalu luas dan bermotif politik.

Jaksa Manhattan. Cyrus Vance Jr. belum mengungkapkan apa yang sedang diselidiki oleh dewan juri.

Tetapi dalam pengajuan pengadilan, kantornya mengatakan sedang mencari potensi perilaku kriminal yang berlarut-larut di Trump Organization.

Baca juga: Restoran Trump di Washington Sengaja Dikirimi Produk Busuk, Pekerjanya Sering Dilecehkan

Tak lama setelah pengadilan mengeluarkan perintahnya, Vance mentweet: "Pekerjaan berlanjut."

Trump mengutuk keputusan itu.

Halaman
12
Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved