Selasa, 9 Juni 2026

Kapal Aceh Hebat

Massa GAH Pertanyakan Pembelian 3 Unit Kapal Aceh Hebat, Terindikasi Ada Markup Harga

Isu yang beredar begitu heboh hingga menggerakkan komunitas Gerakan Aceh Hebat (GAH) untuk menyuarakan pendapat terkait pengadaan tiga kapal Aceh Heba

Tayang:
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/Foto Dishub Aceh/Irfan Fuadi
Massa GAH saat mengelar aksi di depan Kantor Dinas Perhubungan Aceh, Kamis (25/2/2021). 

Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Massa yang tergabung dalam Gerakan Aceh Hebat (GAH) menggelar aksi di Halaman Kantor Dinas Perhubungan Aceh, Kamis (25/2/2021).

Massa mempertanyakan terkait pembelian tiga unit kapal Aceh Hebat oleh Dishub Aceh.

Aksi itu dilatarbelakangi oleh hebohnya isu mark-up kapal di berbagai laman media, yang menduga KMP Aceh Hebat 1, 2, dan 3 merupakan kapal bekas hingga proses pembangunan kapal dengan mekanisme Penunjukan Langsung (PL).

Isu yang beredar begitu heboh hingga menggerakkan komunitas Gerakan Aceh Hebat (GAH) untuk menyuarakan pendapat terkait pengadaan tiga kapal Aceh Hebat di depan kantor Dinas Perhubungan Aceh.

Dalam tuntutan tertulis, GAH mempertanyakan proses pengadaan tiga kapal yang dilakukan oleh Pemerintah Aceh melalui Dinas Perhubungan Aceh.

Mereka mengindikasi terjadi mark-up dengan alokasi anggaran sebesar Rp 378 miliar untuk pengadaan tiga unit kapal Ro-ro dengan masing-masing harga kapal diduga Rp 178 miliar.

Koordinator Lapangan (korlap) GAH, Eriza Gusnanda menyampaikan, pihaknya mempertanyakan proses pengerjaan yang berlangsung hanya 10 bulan, serta adanya indikasi mark-up anggaran, dan kapal ini diisukan merupakan kapal bekas.

"Kami ingin transparansi penggunaan anggaran,” ujar Eriza.

Peserta aksi lainnya, Syarbaini menyatakan, pihaknya menduga 3 kapal Aceh Hebat merupakan kapal bekas, karena durasi pembangunannya hanya 10 bulan saja.

100-150 Persil Tanah Lokasi Proyek Jalan Tol di Padang Tiji Dipagari Pemilik Lahan, Ini Masalahnya

Terkait Kelanjutan Pembangunan IPAL Gampong Jawa, Pemko Diminta tak Membuat Kekeliruan Sejarah

Istri Tewas Bersimbah Darah, Suami Tewas Tergantung, Anak Syok Lihat Orang Tua, Polisi Dalami Motif

Dugaan tersebut berdasarkan publikasi Dinas Perhubungan saat kunjungan Gubernur Aceh, Nova Iriansyah pada Februari 2020 ke galangan kapal PT Multi Ocean Shipyard, Batam, Kepulauan Riau.

“Dinas Perhubungan sampai ke sana sudah melihat dan mempostingkan bahwa kapal kita sebentar lagi siap. Jadi kami menghitung persiapannya dari jarak situ,” pungkasnya.

Pihak Dinas Perhubungan Aceh menyatakan sangat menghargai masukan yang disampaikan, sehingga publikasi kegiatan pembangunan sektor perhubungan semestinya terus ditingkatkan.

Seusai berorasi yang berlangsung lebih kurang setengah jam, lima perwakilan dari GAH ini melakukan audiensi dengan Kepala Bidang Pelayaran Dishub Aceh, Muhammad Al Qadri mewakili Kadishub Aceh guna mengklarifikasi secara jelas dan transparan terkait proses pembangunan tiga unit KMP Aceh Hebat.

Alqadri menjelaskan, pembangunan tiga kapal Aceh Hebat dilakukan melalui kontrak tahun jamak (multiyears) tahun anggaran 2019 dan 2020.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved