Breaking News:

Investasi Bodong

Polda Aceh Usut Dugaan Investasi Bodong Dinar Khalifah, Sedot Dana Hingga Rp 20 Miliar

Paket investasi yang ditawarkan oleh Dinar Khalifah beragam, mulai dari investasi uang melalui trading, umrah, rumah tipe 45, sampai investasi kendara

Editor: Ansari Hasyim
KONTAN
Ilustrasi 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kepolisian Daerah Aceh mengusut kasus dugaan investasi bodong yang kali ini dipraktikkan oleh Investasi Dinar Khalifah.

Paket investasi yang ditawarkan oleh Dinar Khalifah beragam, mulai dari investasi uang melalui trading, umrah, rumah tipe 45, sampai investasi kendaraan roda empat.

Hal tersebut disampaikan Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Pol Margiyanta, yang diteruskan melalui Kasubdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Aceh Kompol Indra Novianto SIK.

Dikatakan Indra Novianto, pemeriksaan tersebut dilakukan berdasarkan laporan masyarakat yang masuk ke Polda Aceh terkait adanya dugaan praktik investasi bodong Dinar Khalifah.

Setelah dilakukan penyelidikan diketahui bahwa investasi tersebut tidak memiliki izin baik dari Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, maupun Perlindungan Konsumen.

Potret Kemiskinan di Aceh, Wanita Hamil Tinggal di Kandang Sapi, Tak Pernah Periksakan Kehamilan

Wakil Ketua DPRK Aceh Besar Salur Bantuan untuk Keluarga yang Tinggal Serumah dengan Kandang Sapi

Satgas SAR Cari Boat Nelayan yang Rusak Mesin di Laut, Dua Hari ABK belum Kembali

"Ada laporan masuk ke kita tentang dugaan investasi bodong. Setelah kita cek memang tidak ada izin, baik itu izin mengumpulkan uang dari masyarakat maupun izin trading uang. Kedua kegiatan tersebut seharusnya ada izin dari OJK," ungkap Indra, Jumat (26/2/2021).

Masih kata Indra, total investasi yang telah berhasil dikumpulkan oleh Dinar Khalifah selama ini adalah sekitar Rp 15 hingga Rp 20 miliar dengan korban lebih kurang 250 orang.

Namun keuntungan yang dijanjikan dari investasi tersebut tak kunjung dibayar sampai jatuh tempo sesuai kesepakatan.

Indra juga menjelaskan, pandemi Covid-19 juga menjadi kendala dalam proses pengusutan kasus ini, dikarenakan petugas harus berkoordinasi dengan saksi ahli yang berada di luar daerah.

Namun ia memastikan proses penyidikan tetap berjalan dengan lancar.

"Ada saksi ahli di luar daerah yang akan kita mintai keterangannya. Namun karena masih pandemi menjadi terkendala. Akan tetapi penyidikan itu saya pastikan tetap berjalan dengan lancar," pungkas Indra Novianto.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved