Breaking News:

Berita Bireuen

Akses Jalan Lebih Mudah, Alue Limeng Jeumpa Akan Berkembang, Ini Potensinya

Dengan adanya program TMMD di Desa Alue Limeng sebagai sasaran tahun ini diharapkan bisa menjadikan Alue Limeng maju dan berkembang.

Serambinews.com
Kasrem 011/Lilawangsa bersama Forkopimda Bireuen berkunjung ke Alue Limeng, Jeumpa Bireuen melihat pembangunan jalan program TMMD di desa tersebut. 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Desa Alue Limeng, Jeumpa Bireuen salah satu desa di Jeumpa, Bireuen yang boleh disebut masih tertinggal di bidang jalan, jembatan maupun sarana pendukung lainnya.

Jalan utama dari Teupin Mane tembus ke Alue Limeng juga kondisinya rusak parah sehingga orang menyebut Alue Limeng salah satu desa jauh dari pusat kota.

Kepala Desa Alue Limeng, M Yusuf Daud (52) kepada Serambinews.com, Selasa (02/03/2021) mengatakan, adanya program TMMD yang memilih Desa Alue Limeng sebagai sasaran tahun ini akan menjadikan Alue Limeng akan maju dan berkembang.

Sebabnya, siapa saja yang akan ke Alue Limeng akan mudah baik dari arah Teupin Mane maupun dari arah Cot Meugoe, ruas jalan sepanjang 10 KM lebih dari Alue Limeng tembus ke Cot Meugoe sedang dibangun TMMD merupakan satu terobosan besar.

Hadirnya TMMD suatu hal yang sangat bermakna bagi warga setempat dan juga bagian dari meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Kalau jalan sudah bagus, sarana lain juga bagus, hasil bumi mudah diangkut, ujungnya ekonomi rakyat meningkat,” ujarnya.

Baca juga: Bupati Bireuen Buka TMMD Reguler 110 Kodim 0111/Bireuen di Alue Limeng

Baca juga: Kasrem 011/Lilawangsa Bersama Forkopimda Bireuen Susuri Jalan Alue Limeng ke Cot Meugoe Jeumpa

Baca juga: 43 Mahasiswa STIKes Payung Negeri Kampus Bireuen Laksanakan PBL di Gandapura

Baca juga: Kasus Pembunuhan Pedagang asal Aceh Utara di Bener Meriah, PolisiTetapkan Empat Tersangka

Desa Alue Limeng kata M Yusuf sangat luas, panjangnya mencapai 22 KM dan lebarnya 4 KM, sebelah selatan berbatas dengan Desa Sarah Sirong, sebelah barat berbatas dengan Kecamatan Peudada.

Sedangkan sebelah utara dengan  Desa Cot Meugoe, Jeumpa dan sebelah timur dengan Desa Simpang Jaya. Desa tersebut mulai ada sejak 1970 lalu dan baru tahun 1973 banyak warga berkebun dan menetap, jumlah penduduk saat ini sebanyak  55 KK atau 600 jiwa lebih tersebar di tiga dusun yaitu Dusun  Blang Likot Apui, Dusun Gunong Jagong dan Dusun Cot Dara Baro.

Hasil utama Alue Limeng kata keuchik mulai dari pinang, jagung, sawit, pisang dan beragam hasil tani lainnya.

Keuchik menambahkan, tahun ini desanya mendapat bantuan DD dan ADG seluruhnya mencapai Rp  830 juta lebih akan dipergunakan sebagaimana hasil musyawarah desa.

Menjawab Serambinews.com tentang nama asal usul pemberian nama dusun Cot Dara Baro, M Yusuf mengaku tidak mengetahui persis, sejak ianya menetap di desa tersebut banyak orang belum mengetahui asal usul penabalan nama salah satu dusun Cot Dara Baro.

“Yang saya tahu sudah begitu sebutannya, menyangkut asal usul saya juga kurang tahu,” ujarnya.(*)

Penulis: Yusmandin Idris
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved