Breaking News:

Berita Sabang

Mantan Kadishub Sabang dan Manager SPBU Jadi Tersangka Korupsi BBM, Gas, Pelumas dan Suku Cadang

Ya, tersangka korupsi penggunaan anggaran belanja Bahan Bakar Minyak (BBM)/Gas, Pelumas, dan suku cadang tahun pada Dinas Perhubungan Kota Sabang

Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Kasi Penkum Kejati Aceh, H Munawal Hadi, SH, MH. 

Ya, tersangka korupsi penggunaan anggaran belanja Bahan Bakar Minyak (BBM)/Gas, Pelumas, dan suku cadang tahun pada Dinas Perhubungan Kota Sabang tahun 2019.

Laporan Asnawi Luwi |Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Sabang berinisial IS dan manager salah satu SPBU di Sabang berinisial SH jadi tersangka. 

Ya, tersangka korupsi penggunaan anggaran belanja Bahan Bakar Minyak (BBM)/Gas, Pelumas, dan suku cadang tahun pada Dinas Perhubungan Kota Sabang tahun 2019.

Dugaan kerugian negara dalam perkara ini Rp 577.295.631. 

Penetapan kedua tersangka ini jaksa penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sabang yang sedang menangani perkara ini. 

Kepala Seksi (Kasi) Penkum Kejati Aceh, H Munawal Hadi SH MH, menyampaikan hal ini kepada Serambinews.com, Kamis (11/3/2021). 

Baca juga: Masih Dalam Promo, Kawasaki Ninja 250 SL Dibandrol Rp 20 Jutaan

Baca juga: Mobil Listrik Murah Berbandrol Rp 200 Jutaan Akan Diproduksi Oleh Nissan dan Mitsubishi

Baca juga: Indonesia Genjot Investasi Otomotif, Menperin Temui Prinsipal Toyota, Honda, dan Suzuki di Jepang

Menurutnya, penetapan keduanya sebagai tersangka setelah penyidik melakukan serangkaian penyidikan dan turunnya hasil audit kerugian negara atas perkara ini.

Munawal menyebut dugaan kerugian negara dalam perkara ini Rp 577.295.631. 

Kerugian bagian dari total anggaran sesuai SPJ yang dicairkan Rp 1.567.456.331 dari DPPA Rp 1.656.190.846 di Dinas Perhubungan Kota Sabang tahun anggaran 2019.

"Selain IS, dalam perkara ini penyidik Kejari Sabang juga menetapkan SH, manager SPBU Nomor 14.235409 sebagai tersangka.

Tidak menutup kemungkinan ada penambahan tersangka lagi, jika dikemudian hari penyidik menemukan fakta baru," kata Munawal. 

Munawal menambahkan kedua tersangka dijerat melanggar Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 3 Jo Pasal Jo 18 Ayat (1) huruf a, b, ayat (2), ayat (3) Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 

Hal ini sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 Ayat (1)  ke-1 KHUP. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved