Breaking News:

Berita Bener Meriah

Wabup Dailami Pantau Penggiringan Gajah Liar di Pintu Rime Gayo

Dailami juga membuka dialog dengan masyarakat untuk menyerap aspirasi mereka dalam berbagai hal termasuk penanganan gajah liar.

Penulis: Budi Fatria | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Wakil Bupati Bener Meriah, Dailami bersama tim BKSDA Aceh melihat gajah jinak di CRU DAS Peusangan yang diperuntukan untuk menangani konflik gajah liar di kawasan itu, Minggu (14/3/2021) 

Laporan Budi Fatria | Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Setelah dua hari dilantik menjadi Wakil Bupati Bener Meriah, Dailami langsung mengunjungi Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten setempat, Minggu (15/3/2021).

Kedatangan Dailami ke Pintu Rime Gayo dalam rangka memantau perkembangan penggiringan gajah liar yang selama ini memasuki pemukiman warga.

Selain itu, Wabup Bener Meriah juga membuka pintu dialog dengan lapisan masyarakat setempat untuk menyerap aspirasi mereka dalam berbagai hal termasuk penanganan gajah liar.

Dailami mengenakan baju kemeja berwarna loreng militer itu terlihat begitu menikmati kunjungan kerjanya ke Kecamatan Pintu Rime Gayo.

Ketika acara dialog dengan masyarakat dan tim BKSDA Aceh, serta tim delapan, tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan warga yang membawa anaknya yang pingsan.

Melihat kejadian itu, Dailami sambil berlari langsung memapah anak tersebut untuk ia bantu agar cepat tersadar dari pingsan.

Karena kondisi belum membaik, Dailami memerintahkan ajudannya untuk menghubungi pihak Puskesmas setempat.

Seketika mobil ambulance dari Puskesmas Blang Rakal tiba di lokasi, lalu anak itu langsung dirujuk ke Rumah Sakit.

Kemudian, Dailami didampingi Kepala Seksi BKSDA Wilayah I Lhokseumawe, Kamaruzaman dan rombongan langsung menuju ke CRU DAS Peusangan untuk memantau proses penggiringan gajah liar.

Baca juga: BKSDA Aceh: Kawasan Bener Meriah dan Aceh Tengah Rawan Perburuan Satwa Liar

Baca juga: VIDEO - Bentrokan di Jalan-jalan Myanmar, Pendemo Pasang Blokade dan Bergerilya

Baca juga: Ini Kuis Program Prakerja, Total Hadiah Rp 10 Juta Untuk 40 Orang

Baca juga: VIDEO - Penampakan Semburan Asap Hitam dari Letusan Gunung Etna Italia

Tiba di lokasi, Dailami dan rombongan disambut oleh dua ekor gajah jantan jinak yang selama ini digunakan oleh tim BKSDA Aceh untuk menggiring gajah liar.

Setelah itu, Dailami juga membuka dialog dengan seluruh tim CRU DAS Peusangan untuk mendengarkan masukan maupun aspirasi mereka.

Terkait permasalahan tanah tempat bangunan CRU DAS Peusangan, Dailami berjanji akan menyelesaikan persoalan ini hingga tuntas.

Tidak sampai disitu, saat pulang Dailami dan rombongan tiba-tiba dihadang sekelompok masyarakat di Kampung Negeri Antara.

Meskipun terlihat tegang, namun karena Dailami yang merupakan mantan kombatan GAM bisa mencairkan suasana dialog dengan masyarakat yang menuntut aspirasi mereka.

Baca juga: Terbukti Pencucian Uang Rp 1,8 Triliun, Satu Pria dan Wanita Arab Saudi Dihukum 28 Tahun Penjara

Baca juga: PBB Salahkan Milisi Houthi Atas Pembantaian Migran Afrika, Kamp Pengungsi Sengajar Dibakar

Baca juga: VIDEO - Tiga Ton Bahan Peledak Sisa Perang Saudara Libya Dihancurkan

“Penanganan konflik gajah tidak semudah yang kita bayangkan, karena terkadang banyak kendala di lapangan, tapi Alhamdulillah sejauh ini semua bisa kita kendalikan,” kata Dailami.

Dailami juga menjelaskan, tim sampai saat ini masih terus bekerja untuk menggiring gajah liar menggunakan gajah jinak yang didatangkan oleh BKSDA Aceh.

Katanya lagi, penggiringan itu dilakukan agar gajah liar tidak kembali lagi ke daerah pemukiman warga. 

“Mari kita berdoa supaya konflik gajah liar di Kecamatan Pintu Rime Gayo cepat berakhir, agar masyarakat kita bisa kembali berusaha dengan nyaman tanpa dihantui rasa takut dengan munculnya kawanan gajah liar,” harap Dailami.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved