Berita Aceh Tamiang
Dua Pria Ini Mengaku Menyesal, Gaya Hidup Saat Masa Muda Dulu Kini Mengubah ‘Garis Kehidupan’ Mereka
Faisal dan Isma kehilangan kaki akibat kecelakaan di usia muda. Hal inilah yang saat ini sangat disesali keduanya.
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Saifullah
Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Dua pria, yakni Faisal dan Isma harus hidup dengan kehilangan kaki kanan mereka saat ini.
Mereka harus menerima kenyataan dan menjalani amputasi kaki saat muda dulu karena mengalami kecelakaan.
Faisal dan Isma kehilangan kaki akibat kecelakaan di usia muda. Hal inilah yang saat ini sangat disesali keduanya.
“Selagi masih sehat, masih sempurna, sebaiknya naik kereta (sepeda motor) yang baik-baik saja,” kata Faisal yang diiyakan Isma.
“Jangan sampai menyesal kayak kami,” ucap Faisal yang kini membuka usaha pangkas rambut di Aceh Tamiang.
Baca juga: Bikin Haru! Anang Menangis Beri Pesan untuk Aurel sebelum Menikah: Surgamu Diizin Suamimu
Baca juga: Live Streaming Pengajian Atta-Aurel Siang Ini, Digelar Sederhana Hanya Dihadiri 50 Orang
Baca juga: Terdepak, Justin Gaethje Respons Calon Raja Baru Divisi Khabib Nurmagomedov
Faisal mengungkapkan, kehidupan menggunakan kaki palsu membuat aktivitasnya sangat terbatas.
Terlebih, beber dia, harga kaki palsu saat ini terbilang cukup mahal, mencapai Rp 7 juta.
“Kalau rusak kan harus beli baru, harganya mahal, yang agak-agak nyaman dipakai itu Rp 7 juta,” ungkap Faisal.
Beruntung bagi Faisal dan Isma, mereka menjadi salah satu penerima bantuan kaki palsu dari PLN.
Kondisi hampir sama juga dialami Eko Praman Putra (31). Koko—sapaan Eko Praman harus tumbuh dengan kondisi fisik tidak normal, sehingga sempat terpuruk karena selalu menjadi bahan ejekan teman-temannya.
Baca juga: VIDEO Tentara Israel Lepaskan Anak Bedil pada Pria Tua Palestina di Tepi Barat
Baca juga: Enam Pimpinan DPRK Dilantik, Sekjen PNA Mengaku Lega
Baca juga: Hasil All England 2021 - Kento Momota Tersingkir, Ganda Campuran Inggris Raih Tiket Semifinal
Namun kuatnya tekad merubah nasib berhasil membawa Koko--sapaannya meraih gelar sarjana dan kini bekerja di perusahaan perkebunan di Aceh Tamiang.
Masa kecil yang dilalui Koko memang sangat tidak mudah. Di tengah keriangan dunia anak seusianya, Koko justru terpuruk karena harus kehilangan satu kakinya akibat kecelakaan lalu lintas.
Insiden kelam yang sudah berlalu 21 tahun itu masih terus melekat di benak Koko.
Bagaimana tidak, peristiwa di medio tahun 2000 tersebut langsung merubah jalan hidupnya.
“Biasanya kita leluasa bermain, lari-lari, tapi kecelakaan itu merubah segalanya,” kata Koko, Sabtu (20/3/2021).
Baca juga: Dinsos Aceh Besar Salur Bantuan untuk Korban Kebakaran
Baca juga: Sekda Aceh Bagikan 243 SK Kenaikan Pangkat dan Pensiun ASN Langsa dan Aceh Tamiang
Baca juga: 937 Peserta Beasiswa Diverifikasi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/koko-diamputasi-kaki.jpg)