Breaking News:

Berita Aceh Utara

Haji Uma Kirim Bantuan Untuk Seorang Pemuda Cacat di Aceh Utara yang Masih Gunakan Pampers

Sehari-hari pemuda tersebut menjalani hidup dengan bisa terbaring lemas di kasur, ruang tamu rumah neneknya.

Dok Staf Haji Uma
Staf Haji Uma bernama Muhammad Furqan mengantarkan bantuan kepada untuk pemuda cacat di Aceh Utara. Dok Staf Haji Uma 

Sehari-hari pemuda tersebut menjalani hidup dengan bisa terbaring lemas di kasur, ruang tamu rumah neneknya.

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON –Khairul Amandani (21) seorang pemuda asal Desa Meunye Peut, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara masih menggunakan pempers.

Hal ini karena kondisi fisiknya memiliki keterbatasan.

 Pada Rabu (24/3/2021) ia mendapat bantuan dari Anggota DPD RI asal Aceh H Sudirman sapaan Haji Uma.

Bantuan diantar stafnya Muhammad Furqan ke rumah Nurmani (49), nenek pemuda tersebut. Karena sejak kecil pemuda tersebut sudah tinggal bersama neneknya dan pamannya Nasruddin (31).

Sehari-hari pemuda tersebut menjalani hidup dengan bisa terbaring lemas di kasur, ruang tamu rumah neneknya.

Baca juga: Rakor Litbang Bappeda, Dr Srinita: Orang Aceh yang penting “Bek Deuk, Bek Bangai, Bek Saket”

Baca juga: Ketua PWI Abdya Sesalkan Komisi B Larang Wartawan Liput RDP Pupuk Bersubsidi

Baca juga: Investasi PLTA di Aceh Barat tak Berjalan, Bupati Hentikan Kerjasama dengan PT Aceh Hydropower

Setelah mendapat informasi kondisi Khairul Amandaniyang membutuhkan perhatian, Haji Uma langsung mengutuskan staf-nya Muhammad Furqan, untuk menjenguk langsung kondisi pemudaitu, sekaligus untukmenyerahkan bantuan gunameringankan biaya hidup remaja tersebut.

“Informasi dari kondisi ekonomi nenek dan pamannya sangat memprihatinkan, Keduanya mengeluhkan keperluan dan perlengkapan untuk remaja cacat itu,” ujar Haji Uma.

Selama ini biaya untuk kebutuhanpemuda tersebut, seperti pempers makanan tambahan, dan kebutuhan sehari-hari dari hasil jerih payah pamannya yang bekerja sebagai buruh kasar.

Karena Nenek Khairul Amandani, sudah sakit-sakitan, jika pamannya tidak bekerja, merekatidak bisa memenuhi kebutuhan Khairul.

“Karena itu langsung kita utus staf untuk mengantarkan bantuan, semoga bantuan itu bisa meringankan beban keluarga Khairul,” ujar Haji Uma.

Sementara Nasruddin mengatakan, ia bersama ibunyasudah merawat Khairul Amandani sejak bayi, berusia satu tahun, saat itu kedua orang tua mereka berpisah.

“Sejak 20 tahun lalu, saya bersama ibu merawat dia,dan kami selalu terkendala dengan kebutuhan dia seperti Pampers dan buah-buahan,” ujar Nasruddin.(*)

Penulis: Jafaruddin
Editor: Nur Nihayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved