Breaking News:

Dana Otsus Harus Dipertanggungjawabkan

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri, meminta Pemerintah Aceh dan Kabupaten/Kota agar menggunakan dana otonomi khusus

Editor: bakri
For Serambinews.com
Ketua KPK RI, Firli Bahuri berbincang dengan Gubernur Aceh, Nova Iriansyah di ruang kerjanya di Lantai II Kantor Gubernur Aceh, Jumat (26/3/2021). 

* KPK: Jangan Ada Lagi Korupsi di Aceh

BANDA ACEH - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri, meminta Pemerintah Aceh dan Kabupaten/Kota agar menggunakan dana otonomi khusus (otsus) dengan baik untuk keberlangsungan pembangunan daerah.

"Dana otsus untuk Aceh sangat besar. Dan kita mau pastikan setiap rupiah harus bisa dipertanggungjawabkan untuk keberlajutan dan keberlangsungan pembangunan. Terakhir kami sampaikan tidak boleh ada lagi praktik korupsi di Aceh," tegasnya.

Hal itu disampaikan Firli dalam konferensi pers usai meninjau Gedung Banda Aceh Convention Center (BACC) di Banda Aceh, Jumat (26/3/2021). Dalam peninjuan itu, Firli turut didampingi oleh Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, dan Wakapolda Aceh, Brigjen Pol Raden Purwadi, dan sejumlah pejabat lainnya.

Untuk diketahui, sejak 2008 hingga 2021, Aceh sudah menerima alokasi dana otsus dari Pemerintah Pusat sekitar Rp 83 triliun.

Tahun 2018, KPK menangkap Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah, Ahmadi terkait kasus suap dana otsus.

Irwandi akhirnya dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara, denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan.

Sementara Ahmadi divonis tiga tahun penjara, denda Rp 100 juta subsider tiga bulan kurungan.

Ketua KPK Firli Bahuri, sebelum meninjau Gedung BACC, kemarin juga melakukan pertemuan dengan Gubernur Aceh dan 23 bupati/wali kota beserta jajaran serta perwakilan BPKP dan BPK Aceh di Auditorium Kantor Gubernur Aceh.

"Setidaknya tadi kami sampaikan bahwa Aceh harus memberikan sumbangsih kepada bangsa dan negara untuk mewujudkan tujuan negara. Dengan cara, setiap orang memberikan andil dan peran, tidak melakukan korupsi," ungkapnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved