Breaking News:

Berita Nasional

Polisi Terlapor Kasus Penembakan Laskar FPI Tewas Kecelakaan, Ini Sikap Komnas HAM & Keluarga Korban

”Kami berharap prosesnya cepat dan dapat dilakukan secara komprehensif,” kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam, Jumat (26/3/2021).

Editor: Saifullah
KOMPAS.com/Ihsanuddin
Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam ( tengah) memberi keterangan usai menerima keluarga 6 Laskar FPI yang ditembak mati polisi, di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Senin (21/12/2020). 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – Personel kepolisian yang menjadi terlapor dalam kasus penembakan Laskar FPI dikabarkan tewas kecelakaan.

Anggota kepolisian yang menjadi salah satu dari tiga terlapor kasus ‘unlawful killing’ Laskar FPI itu dilaporkan meninggal dunia karena kasus kecelakaan tunggal yang terjadi pada 3 Januari 2021 sekitar pukul 23.45 WIB.

Terkait hal ini, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM meminta Polri transparan terkait informasi penanganan kasus dugaan unlawful killing terhadap empat laskar FPI.

Termasuk mengenai salah satu polisi berstatus terlapor dalam kasus itu yang dikabarkan meninggal dunia.

”Kami berharap prosesnya cepat dan dapat dilakukan secara komprehensif,” kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam, Jumat (26/3/2021).

“Semua informasi terkait kasus tersebut juga bisa transparan dengan proses akuntabel. Termasuk informasi terkait salah satu (polisi terlapor) yang meninggal,” imbuh Choirul Anam.

Baca juga: VIDEO Sopir Mengantuk, Truk Bermuatan Sawit Tabrak Tiang Listrik di Aceh Timur

Baca juga: Keajaiban Sholat Tasbih yang Dianjurkan Rasulullah SAW, Simak Tata Caranya

Baca juga: Raja Kuncian UFC Ini Juga Tak akan Mampu Taklukkan Khabib Nurmagomedov

Anam menyebut, Komnas HAM sebelumnya juga telah mendapat informasi dari polisi terkait satu terlapor yang meninggal itu.

Namun, Anam enggan menjelaskan secara rinci kapan mendapatkan informasi tersebut.

Selain pengusutan meninggalnya empat anggota laskar FPI di tangan polisi, Anam juga mengingatkan soal rekomendasi lain yang diberikan Komnas HAM terkait peristiwa itu.

"Kami mengingatkan rekomendasi Komnas HAM ada beberapa hal, ada soal penegakan hukum, senjata, dll. Semakin cepat prosesnya dengan akuntabilitas dan transparansi proses akan semakin baik," kata dia.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved