Tips Kesehatan
Hati-Hati! Overdosis Konsumsi Jahe Bisa Buruk Bagi Orang Dengan Kondisi Medis Ini
Orang dengan kondisi medis ini sebaiknya tidak mengonsumsi jahe berlebih, termasuk ibu hamil, tengah menyusui hingga penderita ambaien.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Zaenal
Namun, dalam beberapa kasus, hal itu dapat memengaruhi pelepasan serotonin, hormon bahagia yang dikenal untuk menstabilkan kondisi psikologis seperti perubahan suasana hati, dan menyebabkan gejala depresi.
Baca juga: Khasiat Minum Air Jahe Plus Jeruk Nipis & Madu, Ini Manfaat Luar Biasa untuk Tubuh
12. Aritmia jantung
Aritmia jantung disebut sebagai sekelompok kondisi yang menyebabkan detak jantung tidak teratur.
Jahe adalah ramuan yang sangat baik untuk berbagai kondisi jantung, tetapi dalam jumlah besar, dapat menyebabkan jantung berdebar-debar, jika Anda mengonsumsi jahe dengan obat jantung.
Dosis
Dosis jahe bervariasi untuk orang dewasa yang sehat, orang dengan beberapa kondisi medis dan jenis kondisi medis.
Misalnya, ibu hamil disarankan mengonsumsi sekitar 250 mg jahe selama empat hari (atau hingga 1 g) untuk mengurangi gejala mual dan muntah; orang dengan masalah kandung empedu dianjurkan kurang dari 1.200 mg, dan penderita osteoartritis dosis antara 170 mg hingga 340 mg, dua kali atau tiga kali sehari atau seperti yang diresepkan dengan obat-obatan tertentu.
Dosis rata-rata jahe adalah 0,5 g atau 1 g , 3 atau 4 kali sehari. (Serambinews.com/Firdha Ustin)
Baca juga berita lainnya
Baca juga: BERITA POPULER – Bohong Kuliah di Luar Negeri, Mahar Sandal Jepit Hingga Bu Kades Selingkih
Baca juga: Yuk, Intip Atasi Kesehatan, Mentimun Bisa Meredakan Asam Lambung, Ini Cara Mengolahnya
Baca juga: Detik-detik Kebakaran Kilang Minyak Balongan, Tanah Bergetar, Ledakan Pecahkan Kaca, Dikira Gempa