Breaking News:

Berita Bisnis

Bensin Langka di SPBU, Pertamina Klaim belum Ada Program Penghapusan Premium, Stok Capai 2.100 KL

Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU di Kota Banda Aceh dalam sepekan terakhir sangat jarang menjual Premium atau bensin.

SERAMBI/HERIANTO
Mobil dengan berbagai jenis sedang mengantre di SPBU Luengbata, Banda Aceh, saat hendak mengisim premium, Kamis (22/10/2020). 

Laporan Herianto | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU di Kota Banda Aceh dalam sepekan terakhir sangat jarang menjual Premium atau bensin.

Kondisi ini menimbulkan prasangka dan dugaan di kalangan masyarakat kalau Pertamina tidak lagi menjual Premium.

Terkait hal itu, Sales Manajer Pertamina Banda Aceh, Soni Indro Prabowo menegaskan, sampai hari ini untuk wilayah Aceh belum ada perintah penghapusan program penjualan Premium kepada kendaraan bermotor.

“Penyaluran BBM jenis Premium ke Kota Banda Aceh dan Aceh Besar serta daerah lainnya, masih berjalan normal sesuai jadwal dan kuota masing-masing SPBU,” kata Soni Indro Prabowo kepada Serambinews.com, Selasa (30/3/2021).

Soni menyebutkan, kalaupun ada program penghapusan BBM jenis Premium diganti dengan BBM jenis pertalite khusus yang harganya nanti sama dengan harga jual Premium Rp 6.450/liter.

Baca juga: Bappeda Aceh Singkil Gelar Pra Musrembang Forum SKPK, Ini Tujuannya

Baca juga: Pekerja Pembersih Rumput di Jalan Tapaktuan-Banda Aceh Masih Gunakan Mata Pisau, Ini Tanggapan BPJN

Baca juga: 60 Jamaah Calon Haji Aceh Jaya Jalani Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama

Hal itu, beber dia, baru direncanakan untuk wilayah Aceh pada bulan Juli atau Agustus 2021 mendatang. “ Untuk sekarang ini belum ada,” tukasnya.

Stok Premium di Silo Krueng Raya, Aceh Besar saat ini, sebut Soni, sekitar 2.100 kilo liter (KL). Stok sebanyak itu, menurutnya, cukup untuk distribusi 10 hari ke depan.

Bahkan, papar dia, stok Premium akan ditambah kembali, setelah persediaannya tinggal untuk penyaluran 3 hari lagi, sehingga akan masuk stok baru.

Stok BBM jenis Premium dan lainnya untuk suplai wilayah Aceh, terang Soni, barangnya diambil dari Tanjung Uban, Kepulauan Riau.

“Jika tidak ada gangguan cuaca ekstrim dan ombak besar di tengah laut dalam perjalannya ke Aceh, tiga hari sudah tiba di Pelabuhan Malahayati Krueng Raya, Aceh Besar,” paparnya.

Baca juga: Bupati Hadiri Pelantikan Pengurus Kwarcab Pramuka Aceh Selatan 2020-2025

Baca juga: Alhamdulillah! Beasiswa Prestasi dan Kurang Mampu Cair, Catat Jadwal Penyelesaian Administrasinya

Baca juga: VIDEO Gubernur Aceh Nova Iriansyah Bersama Forkopimda Tinjau Vaksinasi Massal

“Tapi sebaliknya, bila cuaca buruk dan ombak besar di laut, ketibaannya bisa terlambat, seperti yang terjadi bulan lalu, di mana suplainya telat tiba karena ombak besar di laut,” terang Soni.

Stok BBM jenis lainnya juga, ungkap dia, juga masih aman. Stok pertalite, rincinya, sebanyak 1.500 KL, cukup untuk penyaluran 7 hari ke depan.

Bio solar malah stoknya lebih banyak lagi mencapaia2.500 KL, cukup untuk penyaluran 10 hari ke depan.

Pertamax 1.500 KL, cukup untuk penyaluran 7 hari ke depan, dexlite 2.500 KL, cukup untuk penyaluran 10 hari ke depan, dan pertamax turbo 600 KL, cukup untuk penyaluran 15 hari ke depan.(*)

Penulis: Herianto
Editor: Saifullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved