Breaking News:

Kupi Beungoh

Kiat Sederhana Membangun Aceh, Tetapkan Tujuan, Jangan Ada Intrik Politik

Kami telah siap untuk memulai sebagai konsolidator untuk proses ekspor dan impor barang, langsung dari dan ke Aceh.

Editor: Amirullah
For Serambinews
Ismail Rasyid, Owner dan CEO PT Trans Continent, alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala, kelahiran Matangkuli Aceh Utara. 

“Minggu lalu saya berkeliling Aceh untuk menemui para petani. Rencananya, saya ingin menjemput bola, mengajak para petani dan para agen pengepul agar bisa mengekspor sendiri hasil alam Aceh, untuk kemandirian ekonomi Aceh,” ungkap Safuadi.

Baca juga: Meski Tersingkir dari Piala Menpora, Nazaruddin Dekgam: Saya Bangga dan Puas

Tapi ternyata, di lapangan beliau mendapatkan fakta banyak petani yang menghadapi berbagai persoalan, dari masalah modal hingga bantuan bibit yang tidak sesuai spek.

Pak Safuadi tidak asal bicara. Beliau meminta stafnya untuk menunjukkan rekaman video kunjungan dan percakapannya dengan petani di lokasi kebun di kawasan tengah Aceh.

“Ini memang bukan domain saya, tapi saya mendapatkan fakta ini saat bertemu langsung para petani,” ujarnya.
Ia menduga, masalah-masalah seperti ini muncul karena ketidakkompakan para pengambil kebijakan Aceh dalam menjalankan misi untuk memajukan Aceh, atau minimal melepaskan Aceh dari status “termiskin di Sumatera”.

Baca juga: Pilkada Aceh Ditunda, Menyusul tak Terlaksananya Perjanjian Hibah Anggaran

Tetapkan Tujuan, Jangan Ada Intrik

Pak Safuadi berpendapat, ketidakkompakan merupakan batu sandungan paling besar dalam mencapai tujuan memajukan Aceh.

Beliau kemudian memberikan analogi perumpamaan sederhana tentang upaya dan langkah-langkah yang harus dilakukan dalam membangun Aceh,

“Pertama tetapkan tujuan. Setelah itu, mari bersama-sama bekerja untuk mencapai tujuan itu. Harus fokus, jangan ada intrik, persekongkolan rahasia, atau akal bulus, di tengah jalan,” ujarnya.

Ia melanjutkan penjelasannya.

“Umpamanya ini tujuan yang telah kita tetapkan,” ujarnya sambil meletakkan HP di ujung meja di depan saya duduk.
Kemudian dia menarik garis lurus dengan tangannya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved