Breaking News:

Berita Aceh Utara

Usai Doa bersama, Eks GAM Tripoli Akan Gelar Pertemuan Tertutup, Kemungkinan Bahas Soal Ini

Namun, mereka rupanya juga memiliki agenda penting lainnya yang akan dibahasa dalam pertemuan di Aceh Utara.

Foto Dok Panitia
Seribuan eks kombatan GAM bersama ulama dan masyarakat doa dan zikir bersama di Kompleks Makam Sultan Malikussaleh. 

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Kehadiran eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka atau GAM lulusan Tripoli, Libya bersama mantan panglima dari sejumlah kabupaten/kota di Aceh ke Aceh Utara, ternyata bukan hanya menghadiri acara zikir dan doa bersama saja. 

Namun, mereka rupanya juga memiliki agenda penting lainnya yang akan dibahasa dalam pertemuan di Aceh Utara.

Karena itulah, sebagian mantan panglima EGAM dan eks Tripoli masih berada di kawasan Lhokseumawe dan Aceh Utara

Doa bersama itu sendiri digelar untuk mendapat keberkahan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan.

Kegiatan zikir dan doa bersama itu dipusatkan di Kompleks Makam Sultan Malikussaleh, kawasan Desa Beuringen, Kecamatan Samudera, Aceh Utara.

Baca juga: Eks Kombatan GAM Jebolan Tripoli Kumpul di Makam Sultan Malikussaleh, Ternyata Ini Agendanya 

Baca juga: Hadiri Pernikahan Putrinya, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Olahraga Bersama dengan Danrem Lilawangsa

Baca juga: Terperosok ke Sungai Saat Mencuci Kaki, Gadis Remaja Ini Ditemukan Meninggal Dunia

“Ya, hari ini kita mengadakan doa dan zikir bersama yang diadakan di Makam Sultan Malikussaleh,” ujar Juru Bicara KPA Samudera Pase, M Jhony kepada Serambinews.com, Minggu (4/4/2021). 

Selain itu dengan adanya doa bersama tersebut, diharapkan butir-butir MoU Helsinki antara GAM dengan RI, dapat direalisasi. 

“Selain itu, dengan doa bersama tersebut diharapkan nantinya perjanjian damai yang sudah terbina itu dapat terjaga dengan sebaik-baiknya,” paparnya. 

Ditanya agenda yang akan dilakukan eks Tripoli bersama mantan panglima GAM selanjutnya, M Jhony menyebutkan, akan ada pertemuan. 

“Ya, kita akan mengadakan pertemuan yang diberi nama dengan ‘Rapat Ban Sigom Donya’,” ujar Jhony. 

Baca juga: Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Hadiri Pernikahan Putrinya di Lhokseumawe, Resepsi Digelar Sederhana

Baca juga: Anggota DPRK Aceh Besar Eka Rizkina Reses di Lhoknga, Siap Perjuangkan Hak Ibu dan Anak

Baca juga: Polisi Lakukan Penyelidikan Terkait Perahu Bantuan untuk Nelayan Simeulue

Hanya saa, Juru Bicara KPA Pase ini enggan menyebutkan rencana pembahasan dalam ‘Rapat Ban Sigom Donya’ tersebut. 

Namun, ia memastikan rapat tersebut akan berlangsung secara tertutup dan hanya bisa dihadiri dari kalangan tertentu saja. 

“Rapatnya akan diadakan secara tertutup, hanya dihadiri kalangan tertentu saja pada Senin (6/4/2021) menjelang siang,” ungkap M Jhony. 

Informasi lain yang diperoleh Serambinews.com mengungkapkan, bahwa rapat tersebut akan membahas persoalan belum terealisasinya dan langkah yang akan dilakukan KPA terhadap Pemerintah Pusat.(*) 

Penulis: Jafaruddin
Editor: Saifullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved