Breaking News:

Berita Aceh Tamiang

Besok, Forkopimda Aceh Tamiang Tinjau Objek Eksekusi PN Stabat, Ini Tujuannya

“Kita belum berani mengklaim apakah memang ada wilayah kita yang masuk dalam putusan eksekusi PN Stabat sebelum mengecek langsung ke lokasi,” ujarnya.

SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
Asisten Pemerintahan Setdakab Aceh Tamiang, Amiruddin (kanan) bersama dengan Datok Penghulu Tenggulun, Abidin dalam rapat kerja pembahasan eksekusi lahan oleh PN Stabat, Selasa (30/3/2021). 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Forkopimda Aceh Tamiang menjadwalkan peninjauan langsung objek lahan di Dusun Adilmakmur II, Tenggulun yang diduga telah masuk dalam areal yang dieksekusi PN Stabat, Sumatera Utara, Selasa (6/4/2021) besok. 

Peninjauan langsung ini sudah sesuai dengan hasil keputusan rapat kerja DRPK Aceh Tamiang dengan Pemkab Aceh Tamiang pada 29 Maret 2021, yang disusul dengan rapat internal Pemkab Aceh Tamiang sehari kemudian.

Bupati Aceh Tamiang, Mursil menjelaskan, peninjauan ini perlu dilakukan untuk memastikan apakah lahan yang diklaim PN Stabat itu sudah melewati batas kedua kabupaten yang sudah diatur dalam Permendari 28/2020.

“Kita belum berani mengklaim apakah memang ada wilayah kita yang masuk dalam putusan eksekusi PN Stabat sebelum mengecek langsung ke lokasi,” kata Mursil, Senin (5/4/2021).

Dalam peninjauan ini, Forkopimda Aceh Tamiang yang terdiri dari Ketua DPRK, Kapolres, Kajari, dan Dandim 0117/Atam, juga akan melibatkan sejumlah pihak terkait, di antaranya Kepala KPH Wilayah III serta dua kelompok tani.

Baca juga: Percasi Aceh Besar Seleksi Atlet Pra-PORA, 17 Pecatur Ikut Serta, Begini Hasilnya

Baca juga: Dalam Waktu Tiga Bulan Israel Tangkap 230 Anak Palestina, Sebagian Besar Dilakukan di Yerusalem

Baca juga: Bantuan Usaha Mikro Rp 1,2 Juta Segera Cair, Pantau Syaratnya di Sini

Mursil menerangkan, Pemkab Aceh Tamiang belum bisa mengeluarkan kebijakan apa pun sebelum memperoleh kepastian letak lokasi.

“Bila nanti dipastikan itu memang wilayah kita sesuai Permendgri 28/2020, maka kita akan langsung melakukan langkah-langkah, termasuk menempuh jalur hukum,” tegasnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon berharap, kunjungan seluruh unsur Forkopimda itu bisa mengakhiri polemik tapal batas.

Dia meminta, pemerintah bisa mengambil kebijakan dengan cepat untuk menghindari konflik akar rumput.

“Kita berharap semua menahan diri sampai ada keputusan yang jelas, dan kami mendorong agar pemerintah bisa menyelesaikan persoalan ini dengan cepat,” ujarnya.

Baca juga: Pilkada Aceh Ditunda, Apa Karya: UUPA Nyan Kon Aneuk Miet Nyang Peuget

Baca juga: Perempat Final Liga Champions - Real Madrid Vs Liverpool Besok, Kesempatan The Reds Balas Dendam

Baca juga: Kans Juventus Raih Gelar Liga Italia Tipis, Pemain yang Diskor Dipanggil Lagi di Laga Lawan Napoli

Sementara itu, perwakilan warga, Muhammad Ridwan mengingatkan, Pemerintah Aceh untuk lebih aktif dalam menjaga tapal batas sesuai Permendagri 28/2021.

Dia menyimpulkan, bahwa persoalan di Tenggulun tidak akan terjadi bila Pemerintah Aceh langsung memasang pilar batas sejak peraturan dikeluarkan oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.

“Permendagri itu diterbitkan 19 Mei 2020. Artinya ada waktu satu tahun untuk Pemerintah Aceh memasang pilar batas, tapi ini tidak dilakukan,” papar Ridwan.(*)

Penulis: Rahmad Wiguna
Editor: Saifullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved