Breaking News:

Berita Internasional

Ketegangan Laut Cina Selatan Meningkat, AS dan Cina Adu Sangat Kapal Perang

Beijing menegaskan klaim maritimnya di kawasan itu secara lebih agresif dan Washington memfokuskan strategi pertahanannya untuk melawan Cina.

Editor: Ibrahim Aji
AFP
Kapal perusak Angkatan Laut AS, USS John S McCain 

"Untuk setiap hari penundaan, Republik Filipina akan mengajukan protes diplomatik," kata pernyataan itu.

AS, Jepang, dan Indonesia juga meningkatkan tekanan terhadap Cina atas perselisihan tersebut pekan lalu.

Pada hari Minggu (4/3/2021), kelompok penyerang kapal induk AS yang dipimpin oleh USS Theodore Roosevelt memasuki Laut Cina Selatan dari Selat Malaka, menurut Inisiatif Pemantauan Situasi Strategis Laut Cina Selatan yang berbasis di Beijing, mengutip data satelit.

Baca juga: Duta Besar Inggris Kagumi Arab Saudi, Kawasan Pantai Sangat Indah

Dikatakan kapal perusak berpeluru kendali USS Mustin juga beroperasi di Laut Cina Timur dan mendekati Sungai Yangtze Cina pada hari Sabtu (3/3/2021).

Sementara itu, kapal induk Cina Liaoning melewati Selat Miyako di lepas barat daya Jepang pada hari Sabtu, beberapa hari setelah kementerian pertahanan Cina mendesak Jepang untuk "menghentikan semua gerakan provokatif" di atas Kepulauan Diaoyu yang diperebutkan di Laut Cina Timur, yang disebut Tokyo sebagai Senkakus.

Angkatan Laut PLA mengumumkan di media sosial pada Senin malam bahwa Liaoning sedang dalam perjalanan untuk melakukan "latihan terjadwal" di dekat Taiwan, untuk "menguji keefektifan pelatihan pasukan, dan untuk meningkatkan kapasitas untuk menjaga kedaulatan negara, keselamatan dan kepentingan pembangunan" .

Latihan angkatan laut serupa akan terus diatur sesuai rencana, katanya.

Tokyo telah berulang kali menyuarakan keprihatinan atas undang-undang penjaga pantai baru Cina.

Baca juga: Habib Bahar Sidang Kasus Penganiayaan, Sopir Taksi Dianiaya 10 Kali, Kepala Korban Diinjak-injak

Sebab UU itu memungkinkan kekuatan kuasi-militernya menggunakan senjata terhadap kapal asing yang dianggap memasuki perairan Cina secara ilegal, dan atas meningkatnya kehadiran penjaga pantai Cina di perairan dekat pulau-pulau yang diperebutkan.

Ketegangan regional juga meningkat di Taiwan, di mana Beijing dalam beberapa bulan terakhir meningkatkan taktik perang "zona abu-abu" melawan pulau demokratis yang diklaimnya sebagai miliknya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved