Breaking News
Senin, 13 April 2026

Berita Internasional

Ketegangan Laut Cina Selatan Meningkat, AS dan Cina Adu Sangat Kapal Perang

Beijing menegaskan klaim maritimnya di kawasan itu secara lebih agresif dan Washington memfokuskan strategi pertahanannya untuk melawan Cina.

Editor: Ibrahim Aji
AFP
Kapal perusak Angkatan Laut AS, USS John S McCain 

Beijing menegaskan klaim maritimnya di kawasan itu secara lebih agresif dan Washington memfokuskan strategi pertahanannya untuk melawan Cina.

SERAMBINEWS.COM, TAIPE - Perseteruan antara Amerika Serikat (AS) dengan Cina terus memanas.

Kedua negara itu bahkan sudah mengirimkan kapal induk ke perairan yang diperdebatkan, yaitu Laut Cina Timur dan Selatan.

Ini seperti kontes maritim terbaru antara rival strategis, di saat ketegangan di wilayah tersebut terus meningkat.

Melansir dari South China Morning Post, para analis mengatakan kehadiran angkatan laut mereka di Indo-Pasifik pada saat yang sama menyoroti risiko konflik militer antara kedua negara.

Beijing menegaskan klaim maritimnya di kawasan itu secara lebih agresif dan Washington memfokuskan strategi pertahanannya untuk melawan Cina.

Pengiriman kapal perang ini terjadi di tengah perselisihan yang semakin dalam antara Beijing dan Manila atas kehadiran kapal-kapal Cina--yang menurut Filipina adalah milisi maritim, tetapi Cina mengklaimnya sebagai kapal penangkap ikan--di Whitsun Reef di Laut Cina Selatan.

Baca juga: Cina Siap Gelar Latihan Rutin Kapal Induk di Dekat Taiwan ke Depan

Bahkan pada Senin (5/4/2021), Kementerian Luar Negeri Filipina mengatakan, klaim Cina bahwa kapal-kapal itu berlindung dari cuaca buruk adalah "kebohongan yang terang-terangan" dan "jelas-jelas (sebuah) narasi palsu dari klaim Cina yang ekspansif dan tidak sah di Laut Filipina Barat".

Manila juga menolak pernyataan Beijing bahwa terumbu karang di Kepulauan Spratly yang disengketakan adalah tempat penangkapan ikan tradisional Tiongkok.

Mereka sekali lagi menuntut agar kapal Cina segera meninggalkan daerah itu, di zona ekonomi eksklusifnya.

"Untuk setiap hari penundaan, Republik Filipina akan mengajukan protes diplomatik," kata pernyataan itu.

AS, Jepang, dan Indonesia juga meningkatkan tekanan terhadap Cina atas perselisihan tersebut pekan lalu.

Pada hari Minggu (4/3/2021), kelompok penyerang kapal induk AS yang dipimpin oleh USS Theodore Roosevelt memasuki Laut Cina Selatan dari Selat Malaka, menurut Inisiatif Pemantauan Situasi Strategis Laut Cina Selatan yang berbasis di Beijing, mengutip data satelit.

Baca juga: Duta Besar Inggris Kagumi Arab Saudi, Kawasan Pantai Sangat Indah

Dikatakan kapal perusak berpeluru kendali USS Mustin juga beroperasi di Laut Cina Timur dan mendekati Sungai Yangtze Cina pada hari Sabtu (3/3/2021).

Sementara itu, kapal induk Cina Liaoning melewati Selat Miyako di lepas barat daya Jepang pada hari Sabtu, beberapa hari setelah kementerian pertahanan Cina mendesak Jepang untuk "menghentikan semua gerakan provokatif" di atas Kepulauan Diaoyu yang diperebutkan di Laut Cina Timur, yang disebut Tokyo sebagai Senkakus.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved