Breaking News:

Berita Kutaraja

PLN Akan Optimalkan Surplus Daya 118,3 MW untuk Bulan Puasa, Siapkan Strategi Hindari Pemadaman

Sementara kapasitas produksi listrik dari 16 mesin pembagkit yang ada di Aceh, mencapai 641,7 MW. Artinya, Aceh masih surplus daya 118,3 MW.

Penulis: Herianto | Editor: Saifullah
SERAMBI/RIZWAN
Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 3-4 di Suak Puntong, Nagan Raya terus dipacu. Proyek milik swasta tersebut dengan kapasitas 2x200 megawatt (MW) direncanakan rampung pada tahun 2024 mendatang. 

Tahap selanjutnya, lanjut Mukhtar Juned, sebanyak 16 lokasi mesin pembangkit listrik yang tersebar di berbagai daerah, termasuk PLTU Nagan Raya I dan 2, maupun PLTMG Arun I dan II berkapasitas 162 MW dan PLTMG Arun II berkapasitas 202 di Lhokseumawe, kondisi mesinnya terus dipantau dan diawasi.

“Jika salah satu mesin pembangkitnya mengalami gangguan atau mati, sudah dibuat perencanaan penanganan untuk mengganti mesin pembangkit yang mati dengan mesin pembngakit lainnya,” beber dia.

Baca juga: Ambisi China jadi Juru Damai Palestina dan Israel Semakin Kuat, Palestina Menyambut Baik

Baca juga: Sambut Kunjungan ‘Pesawat’, Kajari Tegaskan Komit Dukung Pembangunan Aceh Timur

Baca juga: Ustaz Solmed Angkat Suara setelah Istrinya April Jasmine Dikritik karena Video Goyang TikTok

Mukhtar Juned menyebutkan, beban puncak daya listrik di Aceh saat ini, baru mencapai 523,4 MW.

Sementara kapasitas produksi listrik dari 16 mesin pembagkit yang ada di Aceh, istriknya mencapai 641,7 MW. Itu berarti, Aceh masih surplus daya listrik sekitar 118,3 MW.

Oleh karena itu, jika pada bulan puasa nanti, terjadi kenaikan penggunaan daya listrik sebesar 35 persen dari kondisi sebelum puasa, surplus daya listrik sebesar 118,3 MW dari pembangkit lokal itu, masih mampu memenuhi kenaikan tersebut.

Lonjakan kenaikan pemakaian daya listrik di bulan suci Ramadhan nanti, ujar Mukhtar Juned, akan terjadi pada pukul 18.00-23.00 WIB dan 03.00-06.00 WIB.

“Untuk jam-jam sibuk dan kenaikan pemakaian listrik itu, petugas pengawas jaringan distribusi, trafo dan mesin pembangkit listrik, mereka wajib siaga di tempatnya,” tegas dia.

Baca juga: Ratusan PNS Pensiun Tahun Ini, Pemkab Ajukan 425 Formasi Baru, Begini Perinciannya

Baca juga: Hukum Swab saat Puasa Ramadhan, Batalkah Puasanya? Buya Yahya: Sama Seperti Orang Minum Obat

Baca juga: Ingat Zuraida Hanum? Bunuh Hakim Jamaluddin Sang Suami, Kasasi Ditolak & Tunggu Hukuman Mati

 “Karena jika terjadi gangguan listrik, petugas harus bisa mengatasi secepatnya, sehingga kalau pun ada pemadaman secara tiba-tiba akibat gangguan di mesin pembangkit atau jaringan distribusi dan trafo pada jam buka puasa, Shalat Tarawih, dan makan sahur, waktunya tidak terlalu lama,” tukasnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved