Breaking News:

Internasional

Dokter Turki Minta Pemerintah Berlakukan Lockdown Selama Ramadan

Turki membukukan rekor jumlah harian kasus Covid-19 yang dikonfirmasi selama 10 hari terakhir.

AFP/File
Pejalan kaki duduk dan berjalan pada hari yang cerah di dekat Danau Mogan, Ankara, Turki pada 9 Februari 2021. 

SERAMBINEWS.COM, ANKARA - Turki membukukan rekor jumlah harian kasus Covid-19 yang dikonfirmasi selama 10 hari terakhir.

Termasuk 55.941 kasus baru virus Corona yang dilaporkan pada Kamis (8/4/2021) malam.

Ingin meminimalkan dampak pandemi bagi ekonomi Turki yang sedang sakit, Presiden Recep Tayyip Erdogan melonggarkan langkah-langkah pengendalian infeksi pada awal Maret.

Lonjakan baru-baru ini memaksanya untuk mengumumkan pembatasan baru, seperti penutupan akhir pekan dan penutupan kafe dan restoran selama Ramadan, mulai 13 April 2021.

Kelompok medis Turki mengatakan pembukaan kembali pada Maret 2021 terlalu dini.

Bahkan, tindakan baru tidak akan cukup jauh. untuk mengekang lonjakan tersebut.

Baca juga: Turki Catat 54.740 Kasus Baru Virus Corona, Jadi Kasus Harian Tertinggi

Mereka telah menyerukan Turki Lockdown atau penguncian penuh selama bulan suci Ramadan 2021.

“Setiap hari jumlah kasus meningkat dan Ssetiap hari jumlah kematian meningkat dan lonceng alarm terus berbunyi untuk unit perawatan intensif, ”kata Ismail Cinel, kepala Asosiasi Perawatan Intensif Turki.

Kementerian Kesehatan Turki mengatakan sekitar 75 persen dari infeksi baru-baru ini di Turki melibatkan varian yang lebih menular yang pertama kali diidentifikasi di Inggris.

Baca juga: Mantan Laksamana Turki Ditangkap, Ingin Geser Kebijakan Luar Negeri, Beralih ke China dan Rusia

"Sayangnya, kami telah melonggarkan langkah-langkah tersebut dan tidak dapat mempercepat vaksinasi," kata Menteri Kesehatan Fahrettin Koca seperti dikutip surat kabar Hurriyet yang diterbitkan Jumat (9/4/2021).

Mengenai situasi rumah sakit, Koca berkata:

“Tidak ada masalah untuk saat ini."

"Tapi jika ini berlanjut selama tiga atau empat minggu, itu akan menjadi masalah. "

Baca juga: Arab Saudi dan Bahrain Perkuat Kerjasama, Targetkan Kurangi Campur Tangan Iran dan Turki di Teluk

Partai-partai oposisi Turki menyalahkan lonjakan serangkaian demonstrasi politik massal oleh partai yang berkuasa di Erdogan.

Tuduhan itu ditolak partai yang berkuasa.(*)

Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved