Breaking News:

Gas Beracun

Keracunan Bau Gas Bisa Menyebabkan Kematian? Ini Kata Dokter Umum

"Jika tidak ditangani dengan cepat, maka bisa menyebabkan kefatalan. Karena itu, kita memberikan pertolongan dengan cepat dan merujuk pasien...

For Serambinews.com
Dokter umum Puskesmas Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur, dr Leni Hastuti. 

"Jika tidak ditangani dengan cepat, maka bisa menyebabkan kefatalan. Karena itu, kita memberikan pertolongan dengan cepat dan merujuk pasien menghindari efek lanjutan, yang kemungkinan resikonya bisa menyebabkan kematian, karena kita tidak tahu tingkat gas beracun tersebut berat atau ringan," ungkap Hasnita.

Laporan Seni Hendri l Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Dokter umum Puskesmas Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur, dr Leni Hastuti mengatakan, hasil pemeriksaan awal rata-rata warga Desa Panton Rayeuk T, yang menghirup gas beracun mengalami mual dan pusing.

Bahkan dua dari 9 orang yang dirujuk, sempat mengalami muntah darah karena diduga menghirup gas beracun.

"Mereka yang dirujuk karena mengalami sesak napas berat, bahkan ada dua orang mengalami muntah darah. Sedangkan yang tidak dirujuk hanya mengalami gejala ringan, seperti mual dan pusing dan hanya diobservasi," ungkap dr Hasnita.

Ditanya apakah dari gejala yang muncul bisa berakibat fatal, dr Hasnita mengatakan tidak, karena semua pasien cepat ditangani.

"Jika tidak ditangani dengan cepat, maka bisa menyebabkan kefatalan. Karena itu, kita memberikan pertolongan dengan cepat dan merujuk pasien menghindari efek lanjutan, yang kemungkinan resikonya bisa menyebabkan kematian, karena kita tidak tahu tingkat gas beracun tersebut berat atau ringan," ungkap Hasnita.

Sedangkan di Puskesmas, ungkap dr Hasnita, sudah dilakukan penanganan awal.

Baca juga: Bupati Rocky Minta Medco, PT Pertamina & BPMA Turunkan Tim Teknis Identifikasi Penyebab Gas Beracun

"Penanganan yang kami berikan berdasarkan gejala yang muncul, seperti pemberian oksigen, infus, dan obat-obatan anti mual, pusing, lemas, serta vitamin," tambahnya Hasnita.

dr Zulfikry, selaku dokter Dokter PSC 119 Dinkes Aceh Timur, mengatakan penanganan terhadap semua warga yang terdampak keracunan sudah sangat maksimal.

Bahkan proses rujukan ke rumah sakit melibatkan ambulans dari Puskesmas dari kecamatan sekitar, ambulans PSC 119, TNI Polri, dan BPBD.

"Penanganan sudah sangat maksimal. Mudah-mudahan tidak ada yang fatal karena cepat ditangani," imbuh dr Ai, yang mengatakan dampak keracunan dari menghirup gas beracun itu adalah orang yang memiliki riwayat kelainan pada paru-paru yang bisa menyebabkan sesak napas. (*)

Baca juga: Polda Aceh Salur Bantuan untuk Korban Bencana Alam di NTT, Korban Meninggal Sudah Seratusan Orang

Penulis: Seni Hendri
Editor: Nurul Hayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved