Breaking News:

Internasional

Kantor HAM PBB Menilai Konflik Myanmar Bakal Seperti Suriah

Kantor Hak Asasi Manusia (HAM) PBBm Selasa (13/4/2021) mengatakan tindakan keras militer terhadap protes di Myanmar dapat menjadi konflik sipil.

BBCNews
Ilustrasi warga Myanmar terjebak di dalam rumah 

SERAMBINEWS.COM, JENEWA - Kantor Hak Asasi Manusia (HAM) PBBm Selasa (13/4/2021) mengatakan tindakan keras militer terhadap protes di Myanmar dapat menjadi konflik sipil.

Dikatakan, sejak kudeta 1 Februari 2021, terus meningkat seperti yang terlihat di Suriah.

PBB meminta junta militer menghentikan segera pembantaian terhadap warganya sendiri.

Baca juga: Pengungsi Myanmar Bangun Kamp Rahasia di Perbatasan India, Khawatirkan Dideportasi

Baca juga: Prihatin dengan Kudeta, Muslim Rohingya Ingin Kembali ke Myanmar Lawan Junta Militer

Komisaris Tinggi HAM PBB Michelle Bachelet mengatakan 3.080 orang telah ditahan.

Ada laporan bahwa 23 orang telah dijatuhi hukuman mati setelah persidangan rahasia.

“Saya khawatir situasi di Myanmar sedang menuju konflik besar," katanya.

"Negara tidak boleh membiarkan kesalahan mematikan di masa lalu di Suriah dan di tempat lain terulang, ”kata Bachelet.(*)

Baca juga: Pasukan Myanmar Memang Biadab, Dalam Sehari Tembak Mati 82 Warganya Sendiri

Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved