Kamis, 11 Juni 2026

Internasional

NATO Peringatkan Rusia, Kremlin Terus Tambah Pasukan di Perbatasan Ukraina

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg memperingatkan Moskow untuk menumpuk pasukan di sepanjang perbatasan dengan Ukraina.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP
Seorang tentara Ukraina berjaga-jaga di posisi di garis depan dengan separatis yang didukung Rusia di dekat kota kecil Marinka, wilayah Donetsk pada 12 April 2021 

SERAMBINEWS.COM, BRUSSELS - Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg memperingatkan Moskow untuk menumpuk pasukan di sepanjang perbatasan dengan Ukraina.

Dia menyatakan dukungan tak tergoyahkan aliansi itu untuk tetangga Rusia.

Dalam konferensi pers dengan Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba, Stoltenberg mengatakan NATO mendukung Ukraina.

Dia menambahkan gerakan Rusia tidak dapat dibenarkan dan tidak dapat dijelaskan.

Dia menilai sudah sangat memprihatinkan atas pergerakan pasukan Beruang Merah itu.

Stoltenberg menyebutnya sebagai pembangunan militer terbesar sejak itu.

Baca juga: Kosmonot Pertama Rusia Yuri Gagarin Jadi Patriotik, Tetapi Kematiannnya Tetap Menjadi Misteri

"Rusia telah memindahkan ribuan pasukan tempur ke perbatasan Ukraina, pasukan Rusia terbesar sejak aneksasi ilegal Krimea pada tahun 2014," ujarnya.

"Selama beberapa hari terakhir, beberapa tentara Ukraina telah tewas di timur Ukraina," katanya.

Komentar itu muncul di tengah lonjakan pelanggaran gencatan senjata di Ukraina timur.

Di mana separatis yang didukung Rusia dan pasukan Ukraina telah terkunci dalam konflik sejak pencaplokan
Semenanjung Krimea Ukraina oleh Moskow pada 2014.

Baca juga: Suami Ratu Elizabeth II, Pangeran Phillip Meninggal Tutup Usia, Berusia Hampir Satu Abad

Kuleba terdengar menentang Moskow dan mengatakan Ukraina dan mitra Baratnya lebih siap daripada 7 tahun lalu.

"Jika Moskow mengambil langkah sembrono atau memulai spiral kekerasan baru, itu akan mahal dalam segala hal," kata Kuleba.

Stoltenberg akan bergabung dengan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada Rabu untuk menilai penumpukan pasukan Rusia, di antara masalah lainnya.

"Rusia harus mengakhiri penumpukan militer ini di dalam dan sekitar Ukraina, menghentikan provokasinya dan segera menurunkan ketegangan," kata Stoltenberg.

Baca juga: Pemimpin Oposisi Rusia Ingin Pelajari Al-Quran, Petugas Penjara Sembunyikan

"Rusia telah memindahkan ribuan pasukan tempur ke perbatasan Ukraina, pasukan Rusia terbesar sejak aneksasi ilegal Krimea pada 2014," ujarnya.

"Selama beberapa hari terakhir, beberapa tentara Ukraina telah tewas di timur Ukraina," kata Stoltenberg.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved