Breaking News:

DOA Buka Puasa 'Allaahumma lakasumtu' atau 'Dzahabaz zhama'u? Ini Penjelasan Ustaz Somad

Bagaimana bacaan doa buka puasa yang benar sesuai ajaran nabi? Simak berikut penjelasan Ustadz Abdul Somad.

Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM/SYAMSUL AZMAN
Ustadz Abdul Somad (UAS) 

SERAMBINEWS.COM  - Bagaimana bacaan doa buka puasa yang benar sesuai ajaran nabi? Simak berikut penjelasan Ustadz Abdul Somad.

Diketahui hari ini umat Muslim sedang melaksanakan Puasa Ramadan 2021 hari pertama atau 1 Ramadan 1442 H.

Salah satu amalan sunnah yang sayang untuk dilewatkan adalah membaca doa berbuka puasa.

Doa berbuka puasa di internet, memiliki banyak versi, lantas bagaimana doa berbuka puasa yang benar?

Diketahui doa buka puasa yang umumnya digunakan masyarakat Indonesia adalah:

اللهم لك صمت و بك أمنت و على رزقك أفطرت برحمتك يا ارحم الراحمين

Allahumma laka shumtu wabika amantu wa ‘ala rizqika afthartu birahmatika yaa arhamar rahimin

“Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku beriman, dengan rizqi-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mua, wahai Dzat yang Maha Penyayang

Baca juga: Seorang Pria yang Berprofesi Satpol PP Digerebek Istri Bersama Wanita Lain di Hotel Saat Ramadhan

Baca juga: Saat Puasa di Bulan Ramadhan, Bolehkah Mandi Wajib atau Junub Dilakukan Setelah Imsak?

Selain itu ada juga yang membaca doa buka puasa berikut:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

Dzahabaz zhama'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah.

Artinya: "Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insya Allah."

Lantas mana yang benar?

Ustadz Abdul Somad (UAS) menjelaskan tentang kedua doa tersebut.

"Kedua-duanya boleh dipakai. Yang ngomong bukan Ustadz Somad, tapi Syaikh Ibn 'Utsaimin, ulama Saudi Arabia"

"Tapi status hadisnya? Hadist Dhaif tetap bisa dipakai, kalau cukup 5 syarat. Pertama Bukan masalah aqidah tauhid, kedua bukan masalah halal haram, ketiga tidak terkait riwayat pendusta, keempat masih bernaung di bawah hadist sahih, kelima untuk motivasi beramal," kata Ustadz Somad dalam ceramahnya yang diunggah di Facebook Tanya Jawab Ustadz Abdul Somad 19 Mei 2018.

Berikut penjelasan UAS tentang doa berbuka puasa.

Baca juga: Nanti Malam, Safari Ramadhan Pemerintah Aceh di Masjid Al-Qurban Pidie, Ustaz Subhan Isi Tausiah

Baca juga: Bagaimana Agar Ibadah Bulan Ramadhan Tidak Sia-Sia? Ini Tipsnya dari Ust. Dr. Muhammad Yasir Yusuf

Niat Puasa Ramadan

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ الشَّهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma ghodin ‘an adaa-i fardhisy syahri romadhoona hadzihis sanati lillaahi ta’aala

Artinya: “Aku niat puasa pada hari esok untuk melaksanakan kewajiban bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala”

Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh

“Nawaitu shauma syahri ramadhaana kullihi lillaahi ta’aalaa”

Yang artinya: “Aku niat berpuasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta'ala."

Selain niat puasa, yang perlu diperhatikan saat menjalankan puasa adalah berhati-hati dari perkara yang bisa membatalkannya.

Baca juga: Pedagang yang Suka Curang Ibadahnya Selama Ramadhan Bisa Ditolak, Ini Penjelasan Dosen UIN Ar-Raniry

Hal-hal yang membatalkan puasa

1. Masuknya sesuatu ke dalam lubang tubuh secara sengaja

Memasukkan sesuatu ke dalam lubang tubuh bisa membatalkan puasa.

Lubang yang dimaksud bukan hanya mulut, namun seluruh lubang di dalam tubuh.

2. Memasukkan benda ke dalam salah satu jalan

Maksudnya adalah kemaluan dan dubur. Jika benda yang masuk ke dalam salah satu lubang tersebut, akan membatalkan puasa. Memasukkan obat sekalipun.

3. Muntah secara disengaja

Muntah secara disengaja bisa membatalkan puasa. Jika tidak disengaja, maka puasa tetap sah, seperti dalam hadis berikut:

Rasulullah bersabda: "Barangsiapa dikalahkan oleh muntah maka tidak ada qadha' baginya. Barangsiapa muntah dengan sengaja, maka hendaknya ia meng-qadha'nya," (HR Abu Dawud, Turmudzi, Ibnu Majah, Baihaqi dan al-Hakim dari Abu Hurairah).

4. Berhubungan seks

Berhubungan badan pada siang hari bulan Ramadhan membatalkan puasa.

Hukum bagi umat muslim yang melakukan hubungan seks saat puasa Ramadhan yaitu wajib mengganti puasa dan denda.

Denda tersebut berupa memerdekakan hamba sahaya perempuan yang beriman. Jika tak mampu, maka diperbolehkan mengganti dengan puasa selama dua bulan secara berturut-turut.

Jika masih tak mampu, maka harus memberi makan kepada 60 orang miskin, masing-masing sebanyak satu mud atau sekitar sepertiga liter.

5. Keluar mani

Dalam konteks ini, keluar mani yang dimaksud adalah akibat dari persentuhan kulit, misal bersentuhan dengan lawan jenis dan onani.

Namun, apabila keluar mani karena ihtilam atau mimpi basah, maka status puasa tetap sah.

6. Haid atau menstruasi

Wanita haid atau mestruasi tidak boleh berpuasa, jika haid saat puasa maka puasa otomatis batal.

7. Nifas

Nifas adalah darah yang keluar setelah proses melahirkan.

8. Gila (junun)

Puasa dinyatakan tidak sah atau batal bagi orang gila.

9. Murtad

Murtad adalah keluar dari Islam.

(Surya.co.id/ Pipit Maulidiya)

Artikel ini telah tayang di Tribunnewsmaker.com dengan judul DOA Buka Puasa Ramadhan, yang Benar 'Allaahumma lakasumtu' atau 'Dzahabaz zhama'u? Kata Abdul Somad

Baca juga: Haid Lebih dari 15 Hari, Bagaimana Puasa Ramadhan? Simak Penjelasan Ulama Aceh Tgk Faisal Ali

Baca juga: VIDEO Heboh! Bayangan Hitam yang Diduga Babi Ngepet terekam CCTV di Meulaboh Saat Bulan Ramadhan

Sumber: TribunNewsmaker
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved