Breaking News:

Berita Banda Aceh

Ini Tips Sehat Berpuasa bagi Ibu Hamil dan Menyusui

Memasuki bulan suci Ramadhan, ibu hamil dan menyusui juga diwajibkan untuk berpuasa....

Tribun Network
Ilustrasi ibu hamil 

Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Memasuki bulan suci Ramadhan, ibu hamil dan menyusui juga diwajibkan untuk berpuasa, namun ada pengecualian dalam syariat Islam yaitu keringanan bagi orang yang sakit, musafir, orang tua, dan juga  ibu hamil atau menyusui apabila melanjutkan puasanya maka hal itu bisa mengancam atau membahayakan janinnya.

“Kemudian pada ibu menyusui dia khawatir akan dehidrasi, kemudian dia tidak mampu menyusui itu boleh untuk tidak berpuasa. Kenapa? Karena menyusui itu sendiri merupakan ibadah. Jadi menyusui itu tidak bisa diputar kembali, sementara puasa itu bisa diganti di hari-hari yang lain,” jelas Kadiv Edukasi dan Pelatihan  Komunitas Aceh Menyusui, dr Lia Shuban saat menjadi narasumber dalam KBS Samara dengan tema “Tips Sehat Berpuasa, Meski Hamil dan Menyusui,” yang disiarkan langsung melalui Radio Serambi FM dan media sosial milik Serambi lainnya, Minggu (18/4/2021).

“Apalagi 1.000 hari pertama kehidupan bayi itu adalah periode emas kehidupan si bayi yang enggak bisa diputar lagi,” sambungnya.

Pada kesempatan itu, dr Lia juga menyampaikan terkait penyebab air susu ibu (ASI) yang seret atau tidak lancar. Hal itu karena si ibu kelelahan atau merasa tidak bahagia.

“Jadi apabila ibunya merasa kelelahan  dan merasa tidak bahagia itu akan menyebabkan ASI-nya seret. Apabila bahagia hormon oksitosin dalam ibu akan aktif, dan pada saat hormon aktif itu ASI-nya akan keluar dengan lancar,” paparnya.

Dikatakan, penting sekali dalam menyusui seorang ibu mendapatkan dukungan dari suaminya. Dan apabila si ibu menyusui mau berpuasa dan di rumahnya tidak ada yang membantu  mengurus rumah dan mengurus bayi, maka hal ini dukungan dari seorang suami sangat dibutuhkan.

“Jika ibu menyusui mau berpuasa yang paling penting harus diperhatikan adalah asupan nutrisinya dan asupan cairannya. Dan yang paling penting itu asupan saat sahur dan berbuka, serta makan malamnya,” kata dr Lia.

Sementara narasumber lainnya, Kadiv AdvokASI Komunitas Aceh Menyusui, dr Rizka Aditya SpOG menyampaikan pada prinsipnya untuk muslimah yang mencoba berpuasa ketika dalam keadaan hamil atau menyusui itu tidak bisa dipukul rata untuk semua orang.

“Jadi kalau ada yang ingin berpuasa lebih baik konsultasi dengan dokternya atau bidan setempat. Dan harus tahu kondisi dan harus wanti-wanti jika tidak kuat lagi harus buka, karena jika tidak ada beberapa resiko yang ditanggung, terutama pada ibu hamil,” sebutnya.

Ia melanjutkan hal tersebut ditandai dengan kondisi yang sudah lemah sekali kemudian keluar keringat dingin, bahkan sampai pingsan atau gangguan kesadaran.

“Kalau sudah ada tanda-tanda lemas sekali yang sudah enggak usah tunggu beduk, buka terus dan minum yang manis, supaya cepat mengembalikan energinya. Kemudian juga ada tanda-tanda dehidrasi, suhu badan sudah meningkat seperti mau demam, itu juga tidak usah menunggu lagi, langsung buka saja,” sebutnya.

Dikatakan, pada prinsipnya berpuasa untuk ibu hamil dan menyusui yang sudah disetujui oleh dokter maka dipersilakan untuk berpuasa. Tidak ada waktu yang spesifik yang diperbolehkan atau tidak untuk berpuasa pada ibu hamil.

“Kalau kondisi ibu dan bayi yang dikandungnya sehat, tidak ada pendarahan, tidak ada keluhan apapun ataupun tidak ada gangguan. Kita persilakan saja berpuasa sesuai kemampuannya,” sebutnya.(*)

Baca juga: Pemkab Aceh Jaya Jadikan Safari Ramadhan Sebagai Wadah Serap Aspirasi

Baca juga: Dua Unit Rumah Warga Blangpegayon Diterjang Angin Puting-beliung, Berikut Nama Korbannya

Baca juga: Sofyan Helmi Ajak Masyarakat Jadikan Ramadhan Sebagai Momentum Intropeksi Diri

Penulis: Mawaddatul Husna
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved