Breaking News:

Berita Banda Aceh

MaTA: Percepat Penanganan Kasus Proyek Bronjong Ambruk Senilai Rp 3,2 Miliar di Aceh Tenggara

Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) mendorong Ditreskrimsus Polda Aceh untuk percepat kasus dugaan korupsi pembangunan...

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Jalimin
For Serambinews.com
Koordinator MaTA, Alfian. 

Laporan Asnawi Luwi |Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE  - Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) mendorong Ditreskrimsus Polda Aceh untuk percepat kasus dugaan korupsi pembangunan bronjong ambruk di Desa Perapat Sepakat, Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara pada intansi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara tahun 2018 mencapai 3,2 miliar.

"Kasus ini sudah lama ditangani dan sudah menjadi konsumsi publik. jadi menjadi harapan besar kepada Polda Aceh untuk menyelesaian kasus tersebut, sehingga ada kepastian hukum dan pelaku dapat mempertangung jawabkan terhadap perbuatannya," ujar Alfian, Koordinator Badan Pekerja Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) kepada serambinews.com, Rabu (21/4/2021).

MaTA memiliki harapan segera untuk penetapan para tersangka kasus dugaan korupsi bronjong ambruk BPBD Aceh Tenggara.

Penanganan kasusnya jadi terukur dan cepat tanpa berlarut larut. Publik menunggu ketegasan Ditreskrimsus  Polda Aceh dalam bekerja menyelesaikannya.

"Tidak boleh ada toleransi terhadap pelaku kejahatan luar biasa dan kami konsisten mengawal penanganan kasus proyek bronjong ambruk BPBD Aceh Tenggara hingga ke meja hijau," tegak Alfian.

Sementara itu seperti kita ketahui, Ditreskrimsus Polda Aceh masih mengusut kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan bronjong di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara.

Proyek bersumber dana APBK tahun 2018 senilai Rp 3,2 miliar lebih tersebut, dibangun di Desa Perapat Sepakat, Kecamatan Babussalam, Aceh Tenggara.

Untuk menyelidiki kasus dugaan korupsi tersebut, Ditreskrimsus Polda Aceh sudah memeriksa sebanyak 28 orang saksi.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy kepada Serambinews.com, Selasa (23/2/2021), mengatakan, kasus dugaan tindak pidana korupsi pada pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi penguatan tebing penanggulangan pasca bencana banjir itu dikerjakan oleh PT Pemuda Aceh Kontruksi.

Terkait kasus ini, terang Kabid Humas, telah dilakukan pengambilan keterangan terhadap 28 orang saksi dan juga telah melakukan pemeriksaan lapangan bersama ahli fisik (teknik) dari Politeknik Negeri Lhokseumawe.

"Selain itu juga, kita telah melakukan permintaan data izin galian C ke KP2TSP Aceh Tenggara atas izin galian C di lokasi pekerjaan di Desa Perapat Sepakat, Kecamatan Babussalam," ungkap Kombes Pol Winardy.

Menurut Kabid Humas Polda Aceh, pihaknya juga akan melakukan permintaan keterangan ahli Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang atau (LKPP) untuk memastikan tentang material batu yang diambil di lokasi setempat.(*)

Baca juga: Waspadai! Penderita Ini Tidak Boleh Tidur Usai Sahur, Bisa Picu Komplikasi, Begini Cara Atasinya

Baca juga: Polwan Ditlantas Polda Aceh Ceramah Tertib Lalu Lintas di Pesantren Putri Hidayatullah

Baca juga: Ngamuk dan Pukul Kepala Pejabat Pakai Pel Basah, Karyawati Ini Banjir Pujian, Sang Atasan Dipecat

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved