Rabu, 15 April 2026

Jurnalisme Warga

Tumpukan Sampah di Balik Keindahan Geurutee

Geurutee merupakan salah satu gunung yang terletak di perbatasan Kabupaten Aceh Besar dan Kabupaten Aceh Jaya

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
SALCIA ATYSA PUTRI, Mahasiswi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Syiah Kuala, melaporkan dari Banda Aceh 

OLEH SALCIA ATYSA PUTRI, Mahasiswi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Syiah Kuala, melaporkan dari Banda Aceh

Geurutee merupakan salah satu gunung yang terletak di perbatasan Kabupaten Aceh Besar dan Kabupaten Aceh Jaya. Gunung ini harus dilewati oleh pengendara dari barat selatan Aceh yang hendak berangkat ke Banda Aceh sebagai ibu kota Provinsi Aceh, begitu pula sebaliknya.

Puncak Geurutee menyajikan keindahan yang tidak kalah menariknya dengan panorama gunung lainnya. Hamparan lautan yang sangat indah dan luas dapat dinikmati oleh pengendara yang singgah sejenak untuk beristirahat dan menyegarkan mata. Geurutee memiliki jurang yang dalam dan berbatasan langsung dengan bibir pantai sehingga akan terlihat keindahan pantai dari jalan yang dilalui oleh pengendara.

Potensi keindahan yang dimilikinya menjadikan Geurutee sebagai salah satu rest area bagi pengendara sehingga banyak tempat persinggahan yang dibangun di pinggir jalan sepanjang Gunung Geurutee. Banyak pula pondok yang digunakan sebagai tempat peristirahatan, juga sebagai tujuan wisata. Di pondok yang telah disediakan kita dapat bersantai sembari menikmati kelapa muda yang dijual di rest area.

Selain kelapa muda, banyak kudapan ringan dijual di rest area  yang dapat dinikmati oleh pengunjung, mulai dari mi instan dan kudapan ringan lainnya yang biasa terdapat di lokasi rest area. Saat ini tidak hanya pengendara yang sekadar hendak beristirahat saja yang menjadi pengunjung rest area, tetapi bahkan banyak orang yang sengaja pergi ke Puncak Geurutee untuk menyaksikan keindahan yang disajikannya.

Banyaknya pengunjung yang datang terlihat dari banyaknya kendaraan yang terparkir di sekitar rest area  Puncak Geurutee. Banyak yang sengaja datang pada sore hari untuk dapat menyaksikan senja dengan pemandangan lautan yang terhampar luas disertai bibir pantai yang indah, serta sederetan pulau-pulau kecil yang berada di tengah lautan.  Semua keindahan tersebut dapat disaksikan dari puncak Gunung Geurutee.

Dengan dijadikannya pinggiran jalan di puncak Geurutee sebagai salah satu rest area, hal ini tentu akan sangat bermanfaat bagi penduduk sekitarnya, baik dalam bidang ekonomi maupun dalam promosi wisata. Banyak penjual yang berasal dari wilayah setempat yang berjualan di rest area  sehingga ekonomi mereka terbantu. Selain ekonomi, promosi wisata Aceh Jaya juga semakin maju karena ada lokasi wisata yang layak dipromosikan.

Segala sesuatu pasti memiliki dampak negatif dan positifnya, begitu pula dengan adanya rest area  yang ada di puncak Gunung Geurutee. Dampak negatif sudah mulai terlihat dan mulai menimbulkan dampak. Dampak negatif itu justru datang dari masih kurangnya kesadaran pengunjung dan warga setempat akan sampah. Sampah menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan mulai dari sekarang, jika tidak akan ada saatnya wisata puncak Gunung Geurutee tidak lagi dapat dikunjungi.

Sampah plastik sisa makanan tidak seharusnya dibuang ke dasar jurang yang ada di bawah pondok-pondok rest area. Hal ini tentu akan berakibat fatal apabila terus dilakukan. Kerusakan lingkungan akan terjadi dan dapat merusak pohon-pohon yang ada di bawah pondok rest area. Apabila kesadaran akan sampah masih kurang dan kegiatan membuang sampah ke jurang Geurutee masih terus dilakukan, maka keindahan yang disajikan akan luntur seiring berjalannya waktu.

Dampak negatif selanjutnya yang akan ditimbulkan adalah kemacetan yang terjadi. Lokasi rest area  yang berada tepat di pinggir jalan utama mengakibatkan banyak kendaraan pengunjung yang diparkir di pinggir jalan sehingga jalan menjadi lebih sempit dan tak jarang sudah mulai terjadi kemacetan kecil di sekitar rest area.

Hal ini tentu sangat berbahaya, mengingat lokasi jalan yang ada di Geurutee merupakan salah satu medan yang rawan terjadi kecelakaan. Saat melintasi Gunung Geurutee kita akan berada di antara gunung dan lautan. Hal ini tentu sangat berbahaya apabila pengendara kurang berhati-hati dalam berkendara. Terlebih truk berukuran besar sering melewati lintas Gunung Geurutee, sehingga tak jarang kemacetan terjadi dan mengakibatkan antrean panjang kendaraan walau hanya dalam waktu yang singkat.

Untungnya, belakangan ini mulai terlihat adanya juru parkir yang membantu agar kendaraan yang diparkirkan di sekitaran rest area tidak terlalu menganggu badan jalan.

Bahaya lainnya datang dari konstruksi rest area yang umumnya dibangun hanya dengan menggunakan konstruksi yang tidak permanen, misalnya dengan hanya menggunakan papan kayu yang dijadikan sebagai alas lantai. Potensi ambruk dapat terjadi kapan saja karena konstruksi tidak kuat sehingga tidak dapat menahan beban yang terlalu berat.

Bahaya dari proses geologi juga harus diperhatikan dengan adanya pembangunan rest area ini. Longsoran dari Gunung Geurutee dapat terjadi kapan saja, terlebih saat musim hujan yang mengakibatkan jumlah air menjadi lebih tinggi di atas gunung sehingga potensi terjadinya run off  menjadi lebih tinggi.

Bahaya tidak hanya diperuntukkan kepada manusia selaku pengunjung rest area, bahaya dan dampak negatif tentu juga akan diterima oleh Gunung Geurutee secara tidak langsung, di antaranya rusaknya lingkungan di sekitar Gunung Geurutee yang dapat diakibatkan oleh sampah yang dibuang sembarangan dan dapat mengganggu vegetasi yang ada di sekitar gunung ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved