Jumat, 15 Mei 2026

Berita Lhokseumawe

42 Korban Kebakaran di Batuphat Timur Lhokseumawe Masih Mengungsi 

Mereka ada yang mengungsi tempat keluarganya dan ada juga yang ditampung tetangga.

Tayang:
Penulis: Saiful Bahri | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
Para korban menyelamatkan barangnya dari sisa kebakaran di Batuphat Timur, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe. Foto direkam, Minggu (25/4/2021). 

Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE –  Sebanyak 12 kepala keluarga (KK) atau 42 jiwa yang menjadi korban kebakaran di Dusun B, Desa Batuphat Timur, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, sampai dengan Minggu (25/4/2021), masih mengungsi. 

Sebagaimana diketahui, usai Shalat Tarawih berjamaah pada Jumat (23/4/2021) malam,  warga Kota Lhokseumawe dihebohkan dengan peristiwa kebakaran besar.

Kebakaran terjadi  di Desa Batuphat Timur Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe. Informasi kebakaran itu terjadi sekira pukul 22.40 WIB. 

Informasi kebakaran menyebar cepat secara luas melalui jejaring sosial media yang menunjukkan gambaran kobaran api yang berkobar besar sedang melahap belasan unit rumah di Batuphat Timur

Adapun kronologis kejadian, pada Jumat (23/4/2021) sekira pukul 22.00 WIB, api diduga berasal dari rumah Mariana Yakob (48), yang diakibatkan korsleting listrik. 

Baca juga: Akan Akhiri Kerja Sama Dengan NASA dan ISS, Rusia Berambisi Bangun Stasiun Luar Angkasa Sendiri

Baca juga: Waled Husaini Usulkan Pulo Aceh Jadi Lapas ‘Nusakambangan’ Khusus Narkoba, Begini Alasannya

Baca juga: Harga Emas Hari Ini, Berikut Rincian Harga Emas Per Gram Minggu 25 April 2021

Api pertama dilihat oleh tetanganya M Nur dan langsung memanggil Mariana yang saat itu berada di warung berjualan kopi.

Kemudian Mariana langsung menuju depan rumah dan mematikan breker depan rumah.

Pada saat hendak membuka pintu rumah, api sudah membesar dan dirinya tidak bisa masuk ke dalam rumah. 

Lalu Mariana berteriak minta tolong. Pada saat terjadi kebakaran tersebut, rumahnya sedang tidak ada orang. 

Mendengar teriakan Mariana, warga langsung berlari keluar rumah dan menyelamatkan barang-barang yang masih bisa disemalamatkan.

Baca juga: Pria 30 Tahun Bacok Pasangan Lansia, Dipicu Dendam Lama

Baca juga: Bos Karet Dirampok 6 Pria Bersenjata, Sopir Ditembak, Pelaku Bawa Kabur Uang Rp 170 Juta

Baca juga: Aurel Diteror Pertiswa Aneh, Kasur Ranjangnya Bergoyang Sendiri saat Malam, Atta Syok

Kemudian warga membantu memadamkan api dengan menggunakan alat seadanya dan langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran dari PT PAG dan PT PIM.

Sehingga pada pukul 22.30 WIB, satu unit pemadam kebakaran milik PT PIM dan satu  unit mobil pemadam milik PT PAG tiba dilokasi. 

Pada pukul 22.42 WIB, bertambah dua unit Damkar Pemko Lhokseumawe dan pukul 23.00 WIB, datang satu unit mobil Water Canon milik Polres Lhokseumawe.

Pada  Sabtu (24/4/2021) dini hari sekira pukul 00.15 WIB, api berhasil dipadamkan petugas pemadam kebakaran yang dibantu masyarakat setempat.

Ekses kebakaran ini, jumlah rumah yang terbakar, baik berkonstruksi permanen, semipermanen, dan konstruksi kayu, sebanyak 14 unit.

Baca juga: Dua Gadis Kota Fajar Nekat Datangi ke Koramil Kluet Utara, Ternyata Tujuannya untuk Minta Hal Ini

Baca juga: DPRK Dorong BUMK Kelola Sumur Minyak Tua di Aceh Tamiang

Baca juga: TNI Gadungan Ditembak, Pelaku Rudapaksa Wanita 51 Tahun, Diancam Dibunuh bila Tak Berikan Rp 50 Juta

Jumlah korban kebakaran sebanyak 12 kepala keluarga atau 42 jiwa.

Kepala Dusun B, Desa Batuphat Timur, Abdurrahman menyebutkan, sejauh ini 42 jiwa korban kebakaran masing mengungsi. 

Mereka ada yang mengungsi tempat keluarganya dan ada juga yang ditampung tetangga.

Sedangkan untuk memudahkan mengkoordinir penerimaan dan penyaluran bantuan, pihaknya pun mendirikan sebuah posko.

Baca juga: Jarang Diketahui, Beginilah Penampakan Bagian Dalam Kapal Selam: Pengap dan Sempit

Baca juga: Kisah Inspiratif! Anak Penjual Ikan Teri Ini Lulus Jadi Prajurit TNI, Sukses Tepis Pesimisme Ayahnya

Baca juga: Inilah 10 Anak Muda Terkaya di Dunia, Usia Masih di Bawah 30 Tahun

"Semoga segera ada solusi agar para korban tidak perlu lagi mengungsi," harapnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved