Breaking News:

Berita Aceh Barat Daya

Kemegahan Masjid Agung Baitul Ghafur Abdya, Jadi Destinasi Wisata Religi, Mampu Tampung 4.200 Jamaah

Masjid Agung Baitul Ghafur (MABG) merupakan rumah ibadah kebanggaan masyarakat Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) saat ini.

Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com
Masjid Agung Baitul Ghafur Abdya berlokasi di Gampong Seunaloh, Blangpidie, berdiri di atas lahan seluas 2,4 hektare diresmikan pada 11 Februari 2020 

Kepala Bidang Dakwah dan Peribatan, Tgk T Marzan MAg, Bagian Kajian dan Majelis Taklim, Ustad Roni Haldi Lc, Bagian Muallaf dan Konsultasi, Ustad Syahrurrazi SHI, Bagian Peribadatan, H Bustami, Bagian PHBI, Mawardi Yahya, Bagian Remaja Masjid, Nurda Alamsyah, SKel.

Kepala Bidang Usaha dan Perekonomian, Abdul Haris SIP, Bagian Jasa Penyewaan, Berry Primadona SE, Bagian Perparkiran, Hamzah, Bagian Pernikahan dan Nazar, Sanusi, Bagian Zakat, Infaq Sadakah dan  Waqaf, Mulyadi.

Kepala Bidang Pendidikan, Ustad Salman, Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak, Hanisah SPd, Sekolah Dasar, Putri Rahayu SPd, Sekolah Menengah Pertama, Ustad Riswan SHI, Taman Pendidikan Al-Quran  dan Pelatihan, Asmanita SPd.

Baca juga: VIDEO - Detik-detik Dosen UIN DR Ruddin Meninggal Dunia Saat Ceramah di Masjid Baiturrahman Makassar

Pengurus Remaja Masjid Agung Baitul Ghafur, masing-masing Ketua Umum, Nurda Alamsyah SKel, Wakil Ketua I, Agus Sarmadi SPd, Wakil Ketua II, Fikri Nurul Ramadhan, Sekretaris Umum,  Hari Safrizal ST, Wakil Sekretaris I, Novi Abdi Masrizal AMd, Wakil Sekretaris II, Yessy Ariska SPd.

Bendara Umum, Sofiyuna SSosI,Wakil Bendahara I, Rahma Nafisah dan Wakil Bendahara II, Yulizar. Kepengurusan remaja masjid  dilengkapi sejumlah depantemen.

Daya Tarik Masjid Agung Abdya

Lebih satu tahun setelah diresmikan, Masjid Agung Baitul Ghafur Abdya, semakin berkembang dan diminati para jamaah sebagai tempat shalat fardhu, dan shalat sunat tarawih dengan jumlah jamaah terus meningkat.

Kemegahan dan keindahan MABG Abdya menarik bagi pasangan pengantin baru sebagai objek pengambilan foto prewedding, tentu menjadi prosesi pelaksanaan akad nikah.

Bangunan masjid yang tergolong monumental itu juga berkembang menjadi salah satu tujuan destinasi wisata religi di Kabupaten Abdya.

Daya tarik masjid ini, selain konstruksi bangunannya yang bengitu megah dan indah, ditambah air mancur di halaman depan masjid yang memancar beragam warna menjadi daya terik tersendiri bagi para jamaah.

Selama bulan Ramadhan 1442 H/2021 M, Masjid Agung Baitul Ghafur menjadi sasaran kunjungan warga jelang berbuka. Di sini, pengunjung dimanjakan keindahan air mancur warna-warni, disamping menikmati keindahan bangunannya. 

Pengunjung datang dari berbagai pelosok tumpah ruah di Masjid Agung Baitul Ghafur menikmati keindahan air mancur, sambil menunggu jadwal berbuka di masjid, dilanjutkan shalat magrib

Terlebih lagi Ramadhan 1442 H/2021 M ini, di MABG Abdya, disediakan menu berbuka secara gratis bagi para musfair dan masyarakat sekitar, termasuk menu makan sahur. 

Menu berbuka disediakan bagi para musafir yang melintasi kawasan Kabupaten Abdya, dan masyarakat setempat yang berbuka puasa di masjid tersebut.

Penganan berbuka yang disediakan bukan saja takjil atau snack (minuman dari air tebu dan kue-kue).  

Melainkan juga makanan nasi yang dikemas dalam kotak dengan menu khusus kuah beulagong, masakan khas Aceh.

Baca juga: Curhat Abang Kandung Irfan Suri, Putra Aceh di KRI Nanggala; Kami Tidur Sekamar, Baju Sering Sama

Menu berbuka ini diperuntukkan bagi para musafir yang melintasi kawasan Kabupaten Abdya,  serta masyarakat yang ingin berbuka puasa di MABG setempat.  

Menu kuah beulagong dengan bahan daging kambing, itik, ayam dan ikan segar dimasak langsung di kompleks masjid.

Jelang berbuka, menu makanan dihidangkan pengurus BKM bersama Ramaja Mesjid bersama panitia yang sudah dibentuk.

Sejumlah tenga scurity melaksanakan tugas pengamanan, termasuk menertibkan pakaian pengunjung harus sesuai syariat.   

Menu berbuka yang tersedia secara gratis, tidak kurang 250 paket nasi yang dikemas dalam kotak plus satu kancah kuah beulagong (menu khas Aceh) setiap hari.

Paket nasi dan satu kancah kuah beulagong disediakan Pemkab Abdya melalui Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah setempat. 

Sedangkan takjil yang tersedia antara 200 sampai 250 paket, berupa air tebu dan kue-kue (snack) plus satu kancah kuag beulagong (bahan daging ayam kampung) merupakan sedekah pribadi dari Akmal Ibrahim.

Baca juga: Malam Lailatul Qadar, Kapan? Simak Ciri-ciri Malam Lailatul Qadar di Bulan Puasa Ramadhan

Bupati Abdya, Akmal Ibrahim, juga Ketua Dewan Penasehat Masjid Agung Baitul Ghafur kepada Serambinews.com, menjelaskan, Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) setempat berpartisipasi menyediakan menu masakan kuah beulagong pada Ramadhan tahun ini.

Bukan saja SKPK, termasuk Bupati, Wakil Bupati, Sekdakab, dan Akmal Ibrahim secara pribadi juga menyediakan satu kancah kuah beulagoeng sebagai menu berbuka para musafir dan masyarakat yang berbuka di Masjid Agung Baitul Ghafur.

Menjadi Tempat Pemersatu Umat

Bupati Abdya, Akmal Ibrahim SH mengharapkan semua kegiatan yang baik dimulai dari masjid, bukan hanya menjadi tempat ibadah shalat saja.

Bagaimana menjadikan masjid tidak ada konflik di dalamnya, tidak ada benturan kepentingan, tapi dalam  pengelolaan masjid bisa melayani semua orang sehingga masjid menjadi tempat pemersatu umat.

Harapan itu disampaikan Bupati Akmal Ibrahim dalam acara Pengukuhan Pengurus Badan Kemakmuran (BK) Masjid Agung Baitul Ghafur pada 11 Desember 2020.

Selama ini, katanya, pembatasan-pembatasan pemanfaatan masjid hanya berdasarkan pendapatan-pendapat dan logika, bukan berdasarkan dalil yang disampaikan Allah SWT dan Nabi  Muhammad SAW.      

Rusulullah menjadi contoh bagaimana mengelola sebuah masjid yang baik.

“Sekarang, banyak sekali pandangan, tak boleh begini dan begitu. Padahal pandangan seperti itu harus berdasarkan dalil, jangan bicara pendapat dan perasaan,” ungkap Akmal.

Baca juga: Ini Prosedur Bagi yang Ingin Pergi ke Arab Saudi Untuk Umrah

Mewujudkan harapan dan cita-cita seperti, menurut Bupati Abdya, peran Badan Kemakmuran Masjid dan Remaja Masjid Baitul Ghafur menjadi sangat penting.

Karenanya, diminta untuk diskusikan bagaimana Rusulullah Muhammad SAW mengelola masjid. “Allah telah menjamin Rasul itu contoh yang sempurna semua hal. Kalau Allah telah menjamin seperti itu, ya tak ada pendapat lain, tak boleh ini dan itu,” kata Akmal.

“Kenapa kita berpecah oleh hal-hal yang kecil, kenapa masjid begitu banyak pantangannya. Padahal kita selalu bicara bahwa masjid adalah pusat  kegiatan umat Islam,” tambahnya.        

Untuk itu kepada Badan Kemakmuran Masjid, termasuk Ramaja Masjid agar mengelola masjid dengan baik, selain sebagai tempat ibadah, bisa menjadi tempat pengajian (majelis taklim), tempat mencetak hafiz, bahkan sebagai tempat rapat para pemuda dan rapat keujruen blang pun bisa dilaksanakan di masjid.(*)  

Baca juga: Usai Didatangi Puluhan TNI AL, Oknum Polisi Ditangkap Terkait Postingan KRI Nanggala di Facebook

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved